Rp 3 Juta/Ekor, Beruang Bebas Diperdagangkan di Riau
Rabu, 02/03/2005 15:52 WIB
Pekanbaru
Ingin mengoleksi beruang yang telah diawetkan? Datang saja ke Riau. 'Teddy Bear' itu bebas diperjualbelikan di sepanjang jalan lintas timur yang mengubungkan Riau ke Sumatera Utara.
Bukan cuma harimau dan gajah yang kini populasinya terus menurun karena habitatnya terganggu serta adanya perburuan liar. Tapi, perburuan liar sudah mengarah pada beruang, salah satu jenis satwa yang dilindungi. Perburuan liar pada beruang ini terjadi di sejumlah kabupaten di Riau, termasuk di Kabupaten Rokan Hilir.
Paling tidak, dari hasil investigasi Kelompk Pelestari Sumberdaya Alam (KPSA) Provinsi Riau dalam tahun 2005 ini diperkirakan lebih dari 30 beruang madu telah diburu untuk dijadikan suvenir di jalan lintas tersebut. Biasanya, penjualan beruang yang telah diawetkan ini dipajang di pinggir jalan oleh para pemburu.
"Suvenir beruang ini bebas diperjualbelikan tanpa ada tindakan hukum dari pemerintah. Padahal, beruang adalah salah satu dari sekian banyak satwa termasuk yang dilindungi. Tapi, di Riau para pemburu liar bebas memperdagangkannya di pinggir jalan," kata Ketua KPSA, Bismark Tampubolon, kepada detikcom di Pekanbaru, Rabu (2/3/2005).
Dari hasil investigasi KPSA, awalnya para pemburu sekaligus penjual beruang ini merupakan pemburu liar babi hutan di sejumlah kawasan Kabupaten Rokan Hilir. Jerat untuk babi hutan yang mereka pasang di perkebunan kelapa sawit itu, tanpa sengaja telah menjerat beruang madu.
"Inilah awalnya mengapa mereka beralih profesi untuk memburu beruang. Dengan telah beralih fungsinya kawasan hutan, beruang madu banyak masuk ke perkampungan penduduk di areal perkebunan kelapa sawit untuk memkan pucuk pohon kelapa sawit. Kesempatan ini dimanfaatkan penduduk untuk memburu beruang," kata Bismark.
Harganya Rp 3 Juta
Harga satu ekor beruang memang cukup menjanjikan ketimbang menjual sekor babi hutan. Bayangkan saja, untuk empedu beruang bisa dijual seharga Rp 300 ribu. Ini belum daging serta darahnya. Empedu dan darah beruang bila dikomsumsi diyakini banyak orang bisa dijadikan obat untuk menambah stamina serta menghindari penyakit malaria.
Sedangkan untuk beruang yang telah diawetkan, para pemburu bisa menjual seharga Rp 3 juta untuk ukuran dewasa. Untuk beruang yang masih kategori anakan, harganya Rp 1,5 juta.
"Beruang yang telah diawetkan ini dipajang para pemburu di sepanjang jalan lintas timur Riau-Sumut. Kami memperkirkan dalam dua bulan terakhir ini saja lebih dari 30 ekor beruang yang telah diperjualbelikan secara bebas," kata Bismark.
Dengan menjual satu ekor beruang saja, kata Bismark, para pemburu sudah mampu bertahan hidup selama dua bulan. Sebagian besar pemburu ini merupakan warga yang tergolong tidak memiliki pekerjaan tetap. Sehingga yang awalnya memburu babi kini beralih memburu beruang karena harganya cukup menjanjikan.
Melihat perdagangan liar tanpa ada hambatan dari instansi terkait, pihak KPSA telah membuat laporan resmi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Riau untuk menindak para pedagang liar tersebut.
"Kita harapkan, pemerintah segera menindak lanjuti laporan kami. Bila tidak, maka satwa beruang di Riau akan segera punah," demikian Bismark.
(nrl/)
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru
Indeks Berita »
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 07:03 WIB
Nazaruddin Dukung Langkah KPK Usut Aliran Uang di Kongres Demokrat
-
Sabtu, 26/05/2012 06:35 WIB
Grasi Digugat, Pengacara: Tidak akan Pengaruhi Pembebasan Corby
-
Sabtu, 26/05/2012 06:05 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Telusuri Duit Hambalang di Kongres Bandung
-
Sabtu, 26/05/2012 05:45 WIB
Saling Mendahului, 2 Pembalap Liar Tewas di Kembangan Jakbar
-
Sabtu, 26/05/2012 06:35 WIB
Grasi Digugat, Pengacara: Tidak akan Pengaruhi Pembebasan Corby
-
Sabtu, 26/05/2012 07:21 WIB
Sesama Anak Negeri Berebut Pulau di Negara Sendiri
-
Sabtu, 26/05/2012 05:00 WIB
Pelaku Penembak Satpam IPB Sempat Beli Sandal Usai Tinggalkan Motor
-
Sabtu, 26/05/2012 06:05 WIB
Panggil Ketua DPC PD, KPK Telusuri Duit Hambalang di Kongres Bandung
-
275 Komentar
-
243 Komentar
-
236 Komentar
-
213 Komentar
Lapsus
Index »
-
Rabu, 23/05/2012 09:06 WIB
Jejak Trimarga dari Mega Hingga SBY
-
Selasa, 22/05/2012 08:53 WIB
Kisah Si Penyambung Lidah Sukhoi
-
Selasa, 22/05/2012 14:27 WIB
Andi Arief: Gunung Padang Tunjukkan Apakah Dulu Ada Peradaban Maju
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,847.000
- Rp 901.000
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer






Sending your message
.gif)

_2.gif)
_3.gif)
