Jumat, 25/02/2005 01:54 WIB

Daftar 38 Anggota DPR RI yang Diduga Terlibat Korupsi

Shinta Shinaga - detikNews
Jakarta - Indonesia Corruption Watch (ICW) mengeluarkan daftar nama 38 anggota DPR RI 2004-2009 yang diduga terlibat korupsi. Mereka berasal dari 6 fraksi. Siapa sajakah? "Partai baru seperti Partai Demokrat pun tidak lepas dari adanya dugaan korupsi," kata Wakil Koordinator ICW Luky Djani dalam jumpa pers di Kantor ICW jalan Kalibata Jakarta Selatan, Kamis (24/2/2005) malam. Mereka antara lain terdiri dari 15 anggota FPDIP, 8 anggota FPG, 8 anggota FPPP, 3 anggota FPD, 3 anggota FPAN, dan 1 anggota FPKS. Beberapa nama yang cukup ngetop masuk dalam daftar. Antara lain Noviantika Nasution, Pramono Anung, Tjahjo Kumolo, Theo Syafei, Heri Achmadi, Adiwarsita Adinegoro, Abdul Gafur, Marzuki Darusman, Setya Novanto, Tosari Widjaja, Andi M Ghalib, Junus Effendi Habibie, AM Fatwa, Fuad Bawazier, dan Iwan Prayitno. "Ada yang masih dalam penanganan pihak berwenang, dan ada yang sudah tidak diusut lagi atau 'menguap'. Data terakhir, telah keluar surat pembolehan pemeriksaan atas 10 anggota DPR dari Presiden SBY, dan 2 di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka," sebut ICW dalam rilisnya. Berikut nama anggota FPDIP yang disebut ICW: 1. Dharmono K Lawi, kasus korupsi, status calon tersangka 2. Eka Santosa, korupsi, pemeriksaan 3. Noviantika Nasution, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut 4. Zainal Arifin, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut 5. Royani Haminullah, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut 6. Pramono Anung Wibowo, korupsi (penyuapan), tidak diusut 7. Tjahjo Kumolo, korupsi (investasi), tidak diusut 8. I Gusti Agung Rai Wirajaya, korupsi (menerima suap), tidak diusut 9. Theo Syafei, korupsi (money politics), tidak diusut 10. Agustinus Clarus, korupsi, pemeriksaan 11. Max Moein, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP 12. Dudhie Makmun, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP 13. Gunawan Wirosaroyo, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP 14. Heri Achmadi, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP 15. Soewarno, korupsi (suap), tidak dilanjutkan oleh PDIP Nama anggota FPG: 1. Ahmad Darodji, korupsi, penyelidikan dan pemeriksaan 2. Ebby Jauharie, korupsi, terdakwa 3. Markum Singodimedjo, korupsi, tersangka 4. Adiwarsita Adinegoro, korupsi dan perusak lingkungan, tersangka 5. Abdul Gafur, korupsi, tidak diusut 6. Agusman Effendi, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut 7. Marzuki Darusman, penyalahgunaan jabatan, - 8. Setya Novanto, korupsi, dibebaskan Nama anggota FPPP: 1. Tengku Muhammad Yus, korupsi, dalam pemeriksaan 2. Faqih Chaeroni, korupsi, penyelidikan dan pemeriksaan 3. Ahmad Thoyfoer, korupsi, penyelidikan dan pemeriksaan 4. Ahmad Kurdi Moekri, korupsi, penyelidikan 5. Endang Kosasih, korupsi, berkasnya dilimpahkan 6. Hasrul Azwar, korupsi (suap), tidak diusut 7. Tosari Widjaja, korupsi (investasi), tidak diusut 8. Andi Muhammad Ghalib, korupsi (penyuapan), dihentikan penyelidikannya Nama anggota FPD: 1. Tata Zaenal Mutaqien, korupsi, pemeriksaan 2. Junus Effendi Habibie, korupsi, dihentikan perkaranya 3. Azam Azman, korupdi, tersangka Nama anggota FPAN: 1. Totok Daryanto, korupsi, penyelidikan dan tersangka 2. AM Fatwa, korupsi (suap), - 3. Fuad Bawazier, korupsi dan penyalahgunaan jabatan, tidak diusut Nama anggota FPKS: 1. Irwan Prayitno, penyalahgunaan jabatan, tidak diusut Dalam daftarnya, ICW menyebut detil satu per satu nama anggota DPR yang diduga terlibat korupsi. Selain nama, asal partai, kasus pelanggaran, dan status hukum, juga mencakup daerah pemilihan, pekerjaan sebelumnya, serta keterangan kasusnya secara rinci. "Pekerjaan mereka sebelumnya antara lain anggota DPR/MPR 1999-2004 sebanyak 19 orang, anggota DPRD I dan II sebanyak 13 orang, pejabat publik atau menteri 3 orang, karyawan BUMN 2 orang, dan bupati 1 orang," sebut ICW dalam rilisnya.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(Dadan Kuswaraharja/sss)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%