Kamis, 03/02/2005 15:49 WIB

Emas Hibah Soekarno Kembali Heboh di Yogyakarta

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Harta karun emas batangan zaman Belanda yang dipercaya sebagai harta peninggalan Presiden Soekarno kembali membuat heboh masyarakat Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kali ini yang mengaku mendapat rezeki alias menerima hibah itu adalah Asmo Suwito (97). Asmo adalah warga Dusun Gergunung Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih. Kakek ini mengaku mendapat harta karun sebanyak 40 batang emas itu secara gaib. Asmo mengaku mendapat emas batangan bergambar lambang Vereningde Oostindische Compagnie (VOC) dengan berbagai ukuran. Barang itu dilengkapi surat-surat tanda keabsahan dari Union Bank of Switzerland. "Saya mendapatkannya dengan lelaku prihatin tiga tahun lalu. Emas harta peninggalan Soekarno itu benar-benar ada, bukan bohong. Buktinya saya mendapatkannya," kata Asmo kepada wartawan di rumahnya, Kamis (3/2/2005). Emas yang dipercaya sekali oleh pemiliknya sebagai harta karun peninggalan Presiden Soekarno itu ada yang bergambar mahkota (crown) bertuliskan VOC, lambang padi kapas dan angka 999. Emas batangan yang dimiliki Asmo itu sebagian besar berukuran sebesar bungkus rokok dengan berat sekitar 500 gram. Sebagian lagi berukuran sebesar korek api. Saat itu yang ditunjukkan hanya tujuh batang saja. Sedangkan emas batangan lainnya beserta surat-surat dari Bank Swiss tidak ditunjukan. "Surat-suratnya lain waktu akan saya tunjukkan, sekarang masih tersimpan dan belum saatnya," katanya. Ketika ditanya bagimana cara memperoleh harta karun tersebut, Asmo enggan menjelaskan panjang lebar. Dia hanya mengatakan semuanya didapat dengan cara laku prihatin dan ritual dengan syarat-syarat khusus pula. Asmo mengatakan, dalam waktu dekat ini akan segera mencairkan harta tersebut. Dia bersama beberapa orang keluarganya yang akan mencairkan sendiri ke Bank Swiss. Rencananya harta tersebut akan dimanfaatkan untuk memajukan pertanian Kulon Progo. Penyalurannya akan dilakukan lewat sebuah yayasan yang dibentuknya. Meragukan Secara terpisah, Kepala Sub Dinas Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Santoso, mengatakan pihaknya masih meragukan penemuan harta karun tersebut. Bila harta karun itu benar-benar peninggalan sejarah atau benda purbakala, maka akan dilindungi undang-undang yakni UU No 5/1992 tentang perlindungan sejarah dan cagar budaya. Menurutnya, bila harta emas itu peninggalan VOC maka cetakan huruf dan lambang mahkotanya akan rapi seperti pada keping uang tembaga yang sering disebut uang benggol. "Lambang mahkotanya dengan uang benggol VOC berbeda sekali. Dan apa zaman VOC sudah mengenal lambang padi kapas," katanya.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nrl/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%
MustRead close