detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 18:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 03/02/2005 15:49 WIB

Emas Hibah Soekarno Kembali Heboh di Yogyakarta

Bagus Kurniawan - detikNews
Yogyakarta - Harta karun emas batangan zaman Belanda yang dipercaya sebagai harta peninggalan Presiden Soekarno kembali membuat heboh masyarakat Kabupaten Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kali ini yang mengaku mendapat rezeki alias menerima hibah itu adalah Asmo Suwito (97). Asmo adalah warga Dusun Gergunung Desa Sendangsari Kecamatan Pengasih. Kakek ini mengaku mendapat harta karun sebanyak 40 batang emas itu secara gaib. Asmo mengaku mendapat emas batangan bergambar lambang Vereningde Oostindische Compagnie (VOC) dengan berbagai ukuran. Barang itu dilengkapi surat-surat tanda keabsahan dari Union Bank of Switzerland. "Saya mendapatkannya dengan lelaku prihatin tiga tahun lalu. Emas harta peninggalan Soekarno itu benar-benar ada, bukan bohong. Buktinya saya mendapatkannya," kata Asmo kepada wartawan di rumahnya, Kamis (3/2/2005). Emas yang dipercaya sekali oleh pemiliknya sebagai harta karun peninggalan Presiden Soekarno itu ada yang bergambar mahkota (crown) bertuliskan VOC, lambang padi kapas dan angka 999. Emas batangan yang dimiliki Asmo itu sebagian besar berukuran sebesar bungkus rokok dengan berat sekitar 500 gram. Sebagian lagi berukuran sebesar korek api. Saat itu yang ditunjukkan hanya tujuh batang saja. Sedangkan emas batangan lainnya beserta surat-surat dari Bank Swiss tidak ditunjukan. "Surat-suratnya lain waktu akan saya tunjukkan, sekarang masih tersimpan dan belum saatnya," katanya. Ketika ditanya bagimana cara memperoleh harta karun tersebut, Asmo enggan menjelaskan panjang lebar. Dia hanya mengatakan semuanya didapat dengan cara laku prihatin dan ritual dengan syarat-syarat khusus pula. Asmo mengatakan, dalam waktu dekat ini akan segera mencairkan harta tersebut. Dia bersama beberapa orang keluarganya yang akan mencairkan sendiri ke Bank Swiss. Rencananya harta tersebut akan dimanfaatkan untuk memajukan pertanian Kulon Progo. Penyalurannya akan dilakukan lewat sebuah yayasan yang dibentuknya. Meragukan Secara terpisah, Kepala Sub Dinas Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Santoso, mengatakan pihaknya masih meragukan penemuan harta karun tersebut. Bila harta karun itu benar-benar peninggalan sejarah atau benda purbakala, maka akan dilindungi undang-undang yakni UU No 5/1992 tentang perlindungan sejarah dan cagar budaya. Menurutnya, bila harta emas itu peninggalan VOC maka cetakan huruf dan lambang mahkotanya akan rapi seperti pada keping uang tembaga yang sering disebut uang benggol. "Lambang mahkotanya dengan uang benggol VOC berbeda sekali. Dan apa zaman VOC sudah mengenal lambang padi kapas," katanya.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nrl/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
92%
Kontra
8%