Selasa, 18/01/2005 13:38 WIB

PBNU Minta Isu Kristenisasi Tak Jadi Petaka Baru di Aceh

M. Rizal Maslan - detikNews
Jakarta - Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi meminta upaya-upaya kristenisasi dan islamisasi tidak menjadi malapetaka baru di Aceh. Anak-anak yang ke luar dari Aceh harus didata dan terjamin kemananannya. Demikian disampaikan Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi di kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, jakarta Pusat, Selasa (18/1/2005). Mengenai masalah Worldhelp, kata Hasyim, dirinya telah ditelepon Ketua Umum PGI Andreas Jewangue yang mengatakan tidak benar ada upaya kristenisasi anak-anak Aceh pada Jumat (14/1/2005) lalu. "Lembaga kristen seperti PGI dan KWI telah melarang upaya kristenisasi di Aceh sehingga, kalau terjadi besar kemungkinan itu dilakukan pihak luar negeri atau asing dan itu tidak merupakan struktur keagamaan tetapi kepentingan," ungkap Hasyim. "Jadi di sini harus didudukkan perkara yang sebenarnya supaya kristenisasi atau islamisasi tidak menjadi malapetaka baru. Padahal, penanggulangan Aceh belum selesai,' imbuhnya. Untuk itu, menurut dia, PBNU mengusulkan harus ada jaminan bagi anak-anak yang ke luar dari Aceh. Aman dari hal-hal yang dikhawatirkan, aman dari tangan tangan yang tidak bertanggung jawab atau aman dari orang yang secara kultural mungkin berbenturan dengan kultur di Aceh sehingga seluruhnya yang ke luar harus terdata dengan baik. "Ini pun kalau daya tampung pendidikan di Aceh tidak memenuhi lagi tetapi yang terpenting adalah revitalisasi kemampuan di Aceh sendiri," demikian Hasyim.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
32%
Kontra
68%