detikcom

Jumat, 07/01/2005 07:07 WIB

Penyidik Periksa Saksi Kasus Adiguna Sutowo Harus Pro Justitia

Maryadi - detikNews
Jakarta - Kriminolog Universitas Indonesia Adrianus Meliala mengingatkan tim penyidik polisi yang menangani kasus penembakan di Fluid Club Hotel Hilton dengan tersangka Adiguna Sutowo untuk membuat berita acara pemeriksaan (BAP) para saksi harus secara pro justitia. Ini dilakukan agar para saksi nantinya tidak mencabut berita acara pemeriksaan (BAP) saat di persidangan. "Sangat mungkin bagi saksi untuk mencabut BAP ketika di pengadilan. Kesaksiannya akan beda saat diperiksa polisi dengan saat diperiksa pengadilan," kata Adrianus saat dihubungi detikcom melalui telepon di Jakarta, Jumat (7/1/2005). Menurut Adrianus, para saksi itu dimungkinkan akan mencabut BAP saat memberikan kesaksian di pengadilan dengan beberapa sebab. "Itu terjadi karena saksi itu diancam, diintimidasi atau malah diberi imbalan sejumlah uang. Tadinya saksi menyatakan si tersangka melakukan, lalu pada saat persidangan menyatakan tidak melakukan, dan malah mereka mencabut BAP," kata Adrianus. Makanya untuk membentengi hal itu, kata Adrianus, tim penyidik harus membuat BAP pro justitia. "Para saksi harus memberikan keterangan dibawah sumpah, sehingga jika dia mencabut BAP-nya hakim akan tetap berpendapat lain," katanya. Dia mengingatkan hal ini karena cabut-mencabut BAP sering terjadi dalam proses persidangan. "Karena setelah penyidikan selesai dan berkas dilimpahkan ke kejaksaan dan ke pengadilan ada jangka waktu yang panjang. Nah dalam perjalanan ini digunakan tersangka untuk mempengaruhi saksi," tandasnya. Namun Adrianus yakin, polisi sudah memahami hal ini dan sudah melakukan penyidikan secara pro justitia terhadap para saksi.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mar/)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
82%
Kontra
18%