Kamis, 06/01/2005 12:15 WIB

'Selamat! Anda Menang Undian Pepsodent' Terus Gentayangan

Budi Sugiharto - detikNews
Surabaya - "Selamat! Anda memenangkan undian Pepsodent." Modus penipuan lewat surat dengan mencatut nama pasta gigi ternama ini masih marak di sejumlah kota. Upaya Pepsodent terus mengingatkan bahwa pengumuman undian itu hanyalah penipuan belaka tampaknya tidak menciutkan nyali penipu. Modus penipuan Pepsodent ini memang meyakinkan. Dalam surat pemberitahuannya kepada "pemenang", penipu tergolong pintar karena melampirkan sejumlah surat dari "instansi terkait". Misalnya saja lampiran surat dari Dirjen Pajak dan notaris, komplet dengan dengan stempelnya. Yang membuat warga penerima surat pemberitahuan sebagai pemenang terkecoh adalah penipu mengikutsertakan potongan bungkus Pepsodent asli yang pernah dikirimkan peserta ketika Pepsodent "asli" menggelar undian beberapa waktu silam. Salah satunya yang nyaris terkecoh pada model penipuan macam ini adalah Ny Yulia I Mamy F, warga Jagiran, Surabaya. Pengakuannya, selama Desember 2004- 5 Januari 2005 dirinya memperoleh kiriman surat berisi pengumuman pemenang undian Pepsodent hingga 6 kali. "Kemarin datang lagi surat yang menyebutkan saya menang dan berhak mendapat Rp 60 juta. Saya bingung itu asli atau tidak. Sebab surat itu lengkap ada potongan bungkus Pepsodent yang saya kirimkan dulu," katanya dengan nada geram sambil menunjukkan surat palsu itu kepada detikcom, Kamis (6/1/2005). Dari pengamatan orang awam, secara sekilas surat dengan 4 lampiran itu terkesan asli dari PT Unilever Indonesia, produsen Pepsodent. Dalam surat yang ditandatangani Direktur Utama PT Unilever Ir Karsono Budiman itu juga dilampirkan blangko pengesahan pemenang undian berhadiah rezeki bulanan Pepsodent periode I-2004. Ny Yulia disebut sebagai pemenang hadiah pertama dan berhak mendapan hadian senilai Rp 60 juta. Disebutkan pula pajak hadiah sebesar 25% ditanggung pemenang. Dalam pemberitahuan itu juga terdapat tanda tangan penguat antara lain saksi I Drs Wirda Abdullah dari Departemen Sosial Dirjen Bina Bantuan Sosial Direktur Sumber Dana Sosial, termasuk stempelnya. Juga ada lampiran surat dari Departemen Keuangan RI Direktorat Jenderal Pajak dan lampiran surat dari Binsar Panjaitan SH sebagai notaris yang berkedudukan di Jl Lenteng Agung II no 83 Jakarta. Ny Yulia tentu saja terkesan dengan surat semacam itu, apalagi dia memang pernah menjadi peserta undian ketika PT Unilever menggelar undian Pepsodent beberapa waktu lalu. Dari semua surat itu,yang janggal hanya satu. Yaitu di kertas lembar pertama berwarna biru berkop PT Unilever Indonesia Tbk disebutkan bahwa pemenang harap menghubungi Ir Dadang Effendi yang disebut sebagai Manager Promosi dengan nomer ponsel 0815166.3339. Tapi saat dihubungi, nomer tersebut tidak aktif. "Wah jadi ini penipuan ya," tukas Ny Yulia dengan gemas. Ny Yulia menuturkan, dia pernah menerima 5 surat serupa namun hadiahnya berupa satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja 150 cc. Dia langsung menghubungi nomor ponsel yang terdapat dalam surat pemberitahuan itu. Penerima telepon menyuruh Yulia mentransfer Rp 1.950.000 sebagai ongkos pengurusan BPKB dan STNK. Alasannya, kendaraan tidak dikirim off the road. Waktu itu, Yulia tidak percaya dan menganggapnya penipuan. Tapi pada surat pemberitahuan keenam ini, tampang surat tampak meyakinkan sehingga dia jadi ragu-ragu. "Yang terakhir ini saya bingung, ini betul atau tidak. Soalnya surat sebelumnya versinya beda," kata Yulia. Yulia mengaku ketika Pepsodent menggelar undian dulu, dia mengirimkan lebih 10 bungkus. Menyadari bahwa surat keenam pun adalah aspal, Yulia pun kecewa. Dia bahkan menuduh perbuatan penipu itu dipicu ketidakprofesionalan PT Unilever Indonesia Tbk. Seharusnya, jika undian yang digelarnya berakhir, dokumen peserta undian tidak boleh bocor atau jatuh ke tangan orang lain. "Tapi ini buktinya potongan bungkus yang saya kirim dimanfaatkan untuk penipuan. Apa Unilever tidak punya mesin penghancur kertas? Atau kan bisa dibakar saja dokumen peserta undian,"katanya kesal. Depok Soal surat penipuan Pepsodent dengan modus sangat meyakinkan ini tidak hanya dialami warga Surabaya. Ny Harti, warga Cimanggis, Depok, Jawa Barat, setidaknya menerima 3 surat pemberitahuan. "Katanya saya menang Toyota Avanza," kata ibu 4 anak itu. Dia disuruh membayar sejumlah uang untuk pengiriman kendaraan itu. "Saya tidak tahu bagaimana penipu bisa mendapatkan alamat saya. Apa amplop yang saya kirimkan dulu jatuh ke tangan penipu?" tanyanya. Ny Harti seperti Ny Yulia, ketika Pepsodent menggelar undian yang sebenarnya, juga mengirimkan belasan amplop. PT Unilever Indonesia sebagai produsen Pepsodent berulang kali mengingatkan warga atas penipuan yang mengatasnamakan pasta gigi beken itu. Unilever menekankan bahwa pihaknya tidak pernah meminta pemenang undian untuk mentransfer sejumlah uang untuk mendapatkan hadiahnya. Juga, pajak pemenang ditanggung perusahaan, bukan pemenang. Undian yang dibukanya beberapa waktu silam pun telah lama berakhir. Perusahan ini juga membuka hotline di 0800-155-8000.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nrl/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%