Selasa, 14/12/2004 15:54 WIB

Kamis, Presiden Lantik Taruna TNI-Polri di Magelang

Bagus Kurniawan - detikNews
Magelang - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menghadiri Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan pelantikan anggota kepolisian negara di kompleks Akademi Militer (Akmil) Magelang Jawa Tengah. Acara sumpah praspa TNI dan Polri itu digelar di Lapangan Sapta Marga pada Kamis (16/12/2004) pukul 10.00 WIB. Sebanyak 797 orang taruna tingkat III akan mengikuti acara tersebut. Jumlah perwira yang akan dilantik terdiri dari taruna Akmil 306 orang, taruna AAL 160 orang, taruna AAU 132 orang dan taruna Akpol 199 orang. "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir di Akmil saat Praspa 2004 ini sebagai inspektur upacara. Acara itu juga akan dihadiri Panglima TNI, KSAD, KSAU, KSAL dan Kapolri serta sejumlah tamu undangan lainnya," kata Komandan Jenderal Akademi TNI, Laksamana Muda Heru Sriyanto kepada wartawan di gedung Soeroto Akmil Magelang, Selasa (14/12/2004). Turut hadir dalam acara itu adalah Gubernur Akmil Mayjen TNI M. Yunus Palar, Gubernur AAU Marsma Mardjono SW, Gubernur AAL Mayjen (Mar) Nono Sampono dan Gubernur Akpol Irjen Pol Bashir Barmawi. Praspa TNI dan pelantikan anggota kepolisian negara 2004 ini diselenggarakan di Magelang untuk tahun ini, tidak di Istana Negara seperti biasanya. Selanjutnya akan dilakukan secara bergantian setiap tahun sekali di akademi lainnya. Selain itu, asrama haji Pondok Gede di Jakarta saat ini digunakan Depag untuk kegiatan haji sehingga tidak ada mess yang dapat menampung perwira. "Bila acara digelar di Istana Negara, areal parkir di lapangan Monas yang telah dipagar keliling tidak bisa lagi untuk parkir kendaraan tamu undangan. Di depan Istana juga sudah ada busway sehingga ruas jalan jadi sempit," jelas Heru. Dijelaskannya, praspa yang dilakukan tahun 1970 - 2003, paling banyak digelar di Istana Merdeka sebanyak 18 kali, yakni tahun 1984 - 1997 dan tahun 2000 - 2003. Di Akademi Angkatan Udara (AAU) Yogyakarta sebanyak 6 kali, tahun 1972, 1975, 1976, 1977, 1980 dan 1983. Di Akademi Angkatan Laut (AAL) Surabaya sebanyak 3 kali, yakni 1973, 1978 dan 1982. "Sedangkan di Akmil Magelang sendiri baru dua kali, tahun 1974 dan 1981," katanya. Selain di tempat di atas, kata Heru, Praspa TNI juga pernah dilakukan di Lapangan Parkir Timur Senayan Jakarta sebanyak dua kali pada tahun 1970 dan 1971. Sedangkan di Mabes TNI di Cilangkap Jakarta juga dilakukan dua kali pada 1998 dan 1999. "Dari 33 kali praspa TNI dan Polri itu hanya 11 kali yang dilaksanakan bergantian di akademi angkatan dan selanjutnya akan mulai tahun 2004 ini akan dilakukan bergantian," imbuhnya. Menurut Heru, upacara praspa pada tanggal Kamis nanti yang akan disumpah hanyalah perwira TNI. Sedangkan perwira Polri tidak mengikuti acara penyumpahan. Hal itu karena telah diterapkannnya UU RI No 2/2002 tentang Kepolisian Negara RI. Empat orang lulusan terbaik yang memperoleh Adhi Makayasa dari masing-masing akademi seusai pelantikan akan beramah-tamah dengan Presiden. Keempat perwira itu adalah Letda (Inf) Alzaki, Letda (Laut) Ahmad Makmur Ikhlas, Letda (Lek) Pandu Eka Prayoga dan Ipda Pol James Hasudungan.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nrl/)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
66%
Kontra
34%