Jumat, 26/11/2004 08:26 WIB

Bentrok TNI-Polri di Aceh Timur, 1 Brimob Tewas

Anton Aliabbas - detikNews
Jakarta - Buntut baku tembak yang terjadi di Aceh Timur, kemarin, sedikitnya 1 orang anggota Brimob dari Satuan II Pelopor/Bogor yakni Braka Juansen tewas. Selain itu, 3 orang anggota Brimob lainnya mengalami luka-luka. Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, 3 anggota Brimob yang luka yakni Braka Faisal, Braka Alida dan Braka Dikdik Santoso. Saat ini, korban di rawat di Rumah Sakit Langsa. Jenazah Juansen, tadi malam, di semayamkan di meunasah Polres Aceh timur. Rencananya, jenazah akan dibawa ke Palembang, Jumat (26/11/2004). Kejadian berawal saat 10 oknum anggota TNI dari Yon 111 Kompi B Senapan mendatangi pos Brimob di Seuneubok Bace, Idi Rayeuk pukul 15.00 WIB. Sepuluh personil ini datang dengan menggunakan 5 sepeda motor. Tak lama kemudian jumlah anggota TNI yang datang ke pos Brimob pun bertambah. Puluhan oknum personil TNI kali ini datang dengan menggunakan truk. Lalu, tak lama berselang terjadi ribut mulut antara beberapa personil TNI dengan Danpos Brimob, Bripda Sugeng, dan disusul baku hantam. Aksi saling tembak pun kemudian tak bisa dihindari. Braka Juansen yang berada di luar pos terkena tembak dan tewas. Sementara, korban dari TNI masih belum diketahui. Hingga kini, penyebab insiden tersebut juga masih belum diperoleh.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ton/)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%