detikcom
Sabtu, 16/10/2004 13:17 WIB

Hindari Malpraktek, Perlu UU Standar Pelayanan Pasien

Muhammad Atqa - detikNews
Jakarta - Sudah bukan rahasia lagi tuduhan malpraktek dokter dan RS belakangan marak diadukan ke polisi. Untuk menghindari itu, keberadaan UU Standar Profesi Kedokteran dan UU Standar Pelayanan Pasien mutlak diperlukan. Demikian disampaikan dr Marius Widjajarta, ketua Yayasan Konsumen Kesehatan Indonesia dalam diskusi tentang "Mahalnya Kesehatan dan Maraknya Malpraktek" di Mario's Place Cafe, Jl.HOS Cokroaminoto, Menteng, Jakpus, Sabtu (16/10/2004). Dijelaskannya, selama ini persoalan di masyarakat, pasien mengalami gangguan akibat pasca perawaratan dari RS. Hal inilah yang membuat kerancuan di dalam masyarakat karena pasien merasa dirugikan dan ditambah lagi karena belum ada standar pelayanan pasien yang memungkinkan pasien dapat terpenuhi hak-haknya dari akibat yang terjadi pasca perawatan dokter. Sementara, para dokter pun juga tidak mengetahui kesalahan yang dilakukankaean tidak ada standar profesi kedokteran. "Jadi, untuk menjembatani ini semua perlu ada UU mengenai Standar Profesi Kedokteran dan UU Standar Pelayanan Pasien," usul Marius. Pembicara lainnya adalah praktisi hukum Juniver Girsang. Dalam UU Kedokteran yang baru disahkan, tuduhan malpraktek ditangani oleh hakim ad. "Jadi kalau ada orang yang mengadukan malpraktek, maka pengajuannya ke hakim ad hoc yang merupakan dokter juga," jelasnya. "Harapan saya adalah hakim-hakim ini adalah dokter yang independen yang tidak membawa misi, visi, dari profesi kedokteran itu sendiri, tetapi justru membela nasib dari pasien. Saya yakin dengan adanya UU ini, profesi kedokteran akan membawa citranya dan dipercayai oleh masyarakat," demikian Juniver.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(nrl/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%