detikcom
Kamis, 07/10/2004 17:35 WIB

MK Tetapkan SBY-JK Resmi Presiden-Wapres 2004-2009

Luhur Hertanto - detikNews
Jakarta - Mahkamah Konstitusi (MK) menetapkan pasangan SBY-JK secara resmi merupakan presiden dan wapres terpilih hasil pilpres 2004. Demikian pernyataan konfirmasi yang disampaikan Ketua Mahkamah Agung Jimly Ash-Shiddiqie menyusul tidak diajukan gugatan hasil pilpres dari kubu Mega-hasyim hingga batas waktu pengajuan gugatan perselisihan hasil pemilu presiden dan wakil presiden putaran kedua di gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Kamis (7/10/2004). Dikatakan Jimly, MK menyatakan keputusan KPU No. 98 tahun 2004 yang menetapkan perolehan suara pasangan Mega-Hasyim sebesar 44.990.704 suara dan pasangan SBY-JK sebesar 69.266.350 suara berlaku secara sah dan memiliki kekuatan hukum yang bersifat tetap dan mengikat kepada semua pihak. Jimly mengingatkan dengan adanya ketetapan ini bukan berarti secara otomatis pemerintahan Megawati dinyatakan demisioner."Pemerintah yang sah saat ini secara hukum tetap menjalankan fungsinya sampai akhir masa jabatan pada tanggal 20 Oktober mendatang," kata dia. Dalam kesempatan itu, MK juga menyatakan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Presiden Megawati karena dalam masa pemerintahannya untuk pertama kali dalam sejarah RI rakyat memilih langsung presiden dan wakil presidennya secara langsung dalam suasana aman, tertib dan lancar."Ini menunjukkan tingginya komitmen presiden terhadap pertumbuhan demokrasi," ujarnya. Penghargan serupa juga diberikan pada KPU dan Panwaslu yang telah menjalankan tugasnya dengan baik. Dengan berakhirnya batas waktu 3X24 jam pada pukul 16.20 WIB untuk menyampaikan perubahan hasil pilpres kepada MK, maka dengan demikian tidak tersedia lagi secara legal kontitusional yang dapat mengubah penetapan KPU tersebut.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(aan/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%