detikcom
Kamis, 09/09/2004 10:19 WIB

Presiden Mega Hadiri Resepsi Pernikahan Anak Sultan Brunei

Nurul Hidayati - detikNews
Jakarta - Sultan Brunei mantu, Kamis (9/9/2004). Para keluarga kerajaan dan orang terkemuka di seluruh dunia, termasuk Presiden Megawati, menghadiri perhelatan supermewah itu. Pasangan yang berbahagia adalah Putra Mahkota Al Muhtadee Billah Bolkiah (30) -- putra Sultan Hassanal Bolkiah -- dan Sarah Salleh (17) yang punya darah Swiss. Pernikahan penuh emas dan berlian ini disebut-sebut sebagai pesta pernikahan Asia tahun ini. Presiden Megawati beserta rombongan tiba di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam, pada Rabu sore (8/9). Kehadirannya disambut Menlu Brunei, Mohammed Bolkiah. Pada Rabu malam, Mega telah melakukan pertemuan dengan masyarakat Indonesia yang berada di ibukota Brunei tersebut. Pada Kamis ini Mega menghadiri pesta resepsi. Selain Mega, hadir juga Putra Mahkota Jepang Naruhito, Raja Bahrain Hamad, Pangeran Richard, Pangeran Bandar dari Arab Saudi,PM Singapura Lee Hsien Loong, Menteri Senior Goh Chok Tong dan Lee Kuan Yew. Juga hadir Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo dan PM Malaysia Abdullah Badawi. Usai acara pernikahan, Presiden akan mengadakan pertemuan dengan PM Malaysia Abdullah Badawi. Diperkirakan mereka membicarakan masalah TKI di Malayasia. Pada Kamis siangnya, Presiden dan rombongan akan meninggalkan negeri makmur itu. Turut ke Brunei adalah Taufiq Kiemas, Puan Maharani, dan dua menantunya, Sri Laksmi Dewi dan Nancy Hendriati.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nrl/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
63%
Kontra
37%