Detik.com News
Detik.com
Senin, 23/08/2004 16:34 WIB

20 Perwira Polri Dimutasi

Niken Widya Yunita - detikNews
Jakarta - Mabes Polri melakukan mutasi terhadap 15 perwira tinggi dan 5 perwira menengah. Sedangkan, dua perwira memasuki masa pensiun. "Mutasi ini hal yang biasa dan tidak ada pengaruhnya apa-apa. Ini berdasarkan surat resmi pada 20 Agustus 2004 yang dikeluarkan melalui telegram rahasia nomor 738/8/2004," kata Humas Mabes Polri Irjen Pol Paiman di Mebes Polri, Jakarta, Senin (23/8/2004). Perwira yang dimutasi diantaranya, yakni Irjen Pol. Engkesman diganti Irjen Pol. Darwan Siregar yang saat ini menjabat kepala di Sekolah Perwira Tinggi (Sespati) dan Irjen Pol. Adang Kosman ditarik menjadi Koordinator Staf Ahli Bidang Manajemen. Dikatakan Paiman, adanya perputaran Wakapolda Papua Brigjen Pol. Drs Tommy Yakunbus diangkat menjadi kapus dukungan pencegahan di Badan Narkotika Nasional menggantikan Brigjen Pol. Drs Baruto Badrus yang saat ini menjadi Kepala Biro Pembinaan Jasmani di Sleman. Selanjutnya, Kapolda Lampung Brigjen Pol. MD Primanto digantikan Brigjen Pol. Drs Rasyid Rifdo serta Kapolda Palu Sulteng Brigjen Pol. Taufik Rido digantikan Brigjen Pol. Ariyanto. Dua perwira yang memasuki masa pensiun yakni Brigjen Pol. Embong dan Irjen Pol. Ony Kosman.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(aan/)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%