Selasa, 20/07/2004 13:42 WIB

7 Pati-Pamen Polda Metro Sertijab

Dian Intannia - detikNews
Jakarta - Tujuh pewira tinggi (pati) dan perwira menengah (pamen) di jajaran Polda Metro Jaya resmi dimutasi dan serah terima jabatan (sertijab). Ini sesuai dengan Keputusan Wanjakti yang disahkan melalui surat telegram Kapolri nomor TR/638/VII/2004 dan TR/639/VII/2004 tertanggal 16 Januari 2004. Upacara sertijab berlangsung di ruang Biro Personel Polda Metro Jaya Jakarta, Selasa (20/7/2004). Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Makbul Padmanegera. Makbul dalam waktu dekat juga akan dimutasi menjadi kepala pelaksana harian Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Pol Togar Sianipar yang memasuki pensiun. Setelah berlangsungnya sertijab 7 pati dan pamen Polda Metro Jaya, dengan demikian Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Nanan Sukarna diganti oleh Brigjen Pol Bagus Ekodanto. Nanan kemudian menjabat sebagai Kapolda Kalimantan Barat. Sedangkan Bagus sebelum menjabat direktur pendidikan Akademi Kepolisian Semarang. Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Harry Prastowo diganti oleh Kombes Pol Suhardi Alius. Harry kemudian menjabat kabag operasi pelatihan biro perencanaan administrasi Bareskrim Mabes Polri. Sedangkan Suhardi sebelumnya menjabat penyidik utama Direktorat II Bareskrim Mabes Polri. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sulistyo Ishak diganti oleh Kombes Pol Djoko Susilo. Sulistyo kemudian menjadi Kasubdit Dikmas Direktorat Lantas Babinkam Polri. Sedangkan Djoko sebelumnya menjabat Kapolres Metro Jakarta Utara. Jabatan Kapolres Metro Jakarta Utara yang baru dipegang Kombes Pol Syahrul Mamma. Dia sebelumnya menjabat sebagai Kapolwiltabes Palembang.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(sss/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Cegah Titipan Proyek, Ahok Minta Rapat dengan DPRD Direkam ke Youtube

PPATK mengungkapkan salah satu modus korupsi di kalangan penyelenggara negara adalah oknum DPRD yang menitipkan proyek-proyek saat pembahasan anggaran dengan Bappeda. Gubernur DKI Ahok ingin bila rapat bersama DPRD direkam dan di-upload ke youtube. Bila DPRD tak mau, maka lebih baik tak usah rapat anggaran. Bila Anda setuju dengan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%