Selasa, 13/07/2004 14:38 WIB

APTRI: Nurdin Aktor Intelektual Kasus Impor Gula Ilegal

Nala Edwin - detikNews
Jakarta - Ketua umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil meminta polisi segera menangkap para tersangka dalam kasus impor gula ilegal. Dan, aktor intelektual dalam kasus penyelundupan 56 ribu ton gula ilegal adalah Nurdin Halid. Menurut Arum, gula yang diduga ilegal itu murni diimpor oleh Induk Koperasi Unit Desa (Inkud) yang dipimpin Nurdin Halid. Oleh karena itu Nurdin selaku ketua umum harus dimintai pertanggungjawaban. Arum Sabil, yang ditemui wartawan sebelum menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus impor gula ilegal di Mabes Polri, Jl. Trunojoyo, Jakarta, Selasa (13/7/2004), menyatakan akan menyampaikan bukti-bukti yang dimiliknya terkait kasus ini. "Dari data-data yang akan kami sampaikan sebenarnya sudah cukup bukti untuk menangkap tersangka-tersangka yang bertanggung jawab. Sekali lagi saya tegaskan Nurdin Halid adalah aktor intelektual dari penyelundupan gula 56 ribu ton ini," katanya. Ditanya apakah ia punya bukti Nurdin Halid merupakan aktor intelektual dalam kasus ini, Arum mengiyakannya. "Saya punya bukti dan data yang sangat akurat dan ada di tangan saya," jawabnya yakin. Arum lalu menunjuk pada collateral management agreement dalam pengadaan gula yang ditandatangani oleh Inkud. "Saya tidak melihat itu kepala divisi atau direksi. Inkud itu dipimpin oleh ketua umum. Apapun alasannya ketua umum harus bertanggung jawab," tegasnya. Arum lalu menunjuk bukti bahwa Inkud ternyata membayar uang muka (DP) ke PT Phoenix Commodities sebesar 15 persen. "Ini telah membuktikan barang ini milik Inkud." Selain itu, menurut Arum, dalam impor gula 56 ton itu juga tidak ada kontrak antara supplier dengan importir terdaftar. "Nah ini yang tidak terjadi pada 56 ribun ton gula. Itu murni diimpor oleh Inkud," tegas Arum Sabil. Arum juga mengaku telah menemui beberapa direksi PTPN dan mereka tidak kenal Waris Halid, Kepala Divisi Perdagangan Umum Inkud yang sudah jadi tersangka dalam kasus ini. "Dari nego pertama sampai Inkud bisa ikut kerja sama dengan PTPN karena ada power yang dimiliki Nurdin Halid yang mengumpulkan para direksi PTPN."

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(gtp/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%