detikcom
Kamis, 19/02/2004 19:52 WIB

Amiruddin: Tak Ada Lagi Lembaga Hukum yang Bisa Adili Akbar

- Tidak ada lembaga hukum apapun yang berhak mengadili kembali Akbar Tanjung dalam kasus penggelapan dana non-budjeter Bulog, meski dengan dakwaan berbeda. Karena berlawanan dengan dengan azas <I>nebis in idem</i> (terdakwa tidak dapat diadili kembali untuk perkara yang sama) yang berlaku universal. Demkian disampaikan oleh mantan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Amiruddin Zakaria kepada wartawan di Hotel Wisata Jakarta, Kamis (19/2/2004). "Kecuali kalau menyangkut orang lain," kata Amiruddin. "Kasus ini kan bisa saja terkait dengan orang lain di luar Akbar, Dadang dan Winfried," tambahnya. Pernyataan tersebut disampaikannya mengomentari rencana Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menelusuri aliran dana non-budjeter Bulog sebesar Rp 40 miliar. Hasil penelusuran tersebut, diharapkan dapat digunakan sebagai <I>novum</i> (bukti baru, red) untuk mengajukan pemeriksaan kembali (PK) terhadap putusan MA yang membebaskan Akbar Tanjung. Ditambahkannya, pengajuan PK itu sendiri sepenuhnya tergantung pada inisiatif pihak kejaksaan. Sebab meski PK selazimnya diajukan oleh pihak terpidana atau ahli warisnya, kejaksaan juga bisa mempergunakan hak tersebut. Ia kemudian mencontohkan praktek hukum dalam kasus Marsinah, Muchtar Pakpahan dan Ali Maskur. Pihak MA bersedia menunda putusannya, atas PK yang diajukan oleh jaksan penuntut. Berdasar contoh di atas, maka bisa saja pihak jaksa mengajukan PK kepada MA apabila KPK menemukan novum dalam kasus ini. "Cuma ini celah hukum yang tersedia. Kalau jaksa tidak menggunakannya, maka menyangkut ketiga terdakwa di atas, sudah final," ujar Amiruddin. "Terima atau tidak, itulah hukumnya!" tegasnya.

Ikuti sejumlah peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 12.45 WIB

(/)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
69%
Kontra
31%