DetikNews
Senin 28 Jul 2008, 16:36 WIB

Pernikahan Adinda Bakrie

Rp 3 Miliar untuk Dekorasi Saja

- detikNews
Rp 3 Miliar untuk Dekorasi Saja
Jakarta - Beberapa pria muda terlihat tertidur lelap di sisi halaman parkir Hotel Mulia, Jumat, 25 Juli 2008 lalu. Mereka adalah para pekerja dekorasi PT Suryanto yang menggarap dekorasi acara pernikahan Adinda Bakrie dan Seng Hoo Ong di Hotel Mulia.

Perusahaan dekorasi yang beralamat di Jalan tawakal III, Grogol, Jakarta Barat ini memang harus kerja ektra keras menyulap ruangan seluar 1.000 meter persegi yang ada di lokasi resepsi. Sedangkan waktu yang diberikan untuk menyiapkan pesta anak Indra Bakrie itu hanya 3 hari.

"Kita harus kejar target karena acaranya sudah mepet. Makanya kami selama 3 hari kerja siang malam. Kalau ada yang capek paling cuma tidur-tiduran di sini (di area parkir)," kata Agus, pekerja dekorasi.

Untuk mengerjakan order ini, Suryanto, bos perusahaan tersebut, mengerahkan 300 orang pekerja. Mereka diberi upah Rp 200 ribu per hari plus makan sehari tiga kali dan rokok .

Bagi para pekerja, termasuk Agus, bayaran yang diterima tidak seberapa dibanding penghasilan yang didapatkan perusahaan. Soalnya nilai proyek yang dia kerjakan kali ini cukup mencengangkan. Harganya mencapai Rp 3 miliar. Nilai ini di bawah nilai order dekorasi Raya jakarta (PRJ) beberapa waktu lalu. "Kalau ngedekor PRJ nilainya Rp 5 miliar ," jelasnya kepada detikcom<\/strong>.

Tapi memang, lanjut Agus, pekerjaan dekor orderan keluarga orang terkaya di Indonesia tersebut harus hati-hati benar. Setiap detail harus diperhatikan. Sebab sang pemesan meminta penataan ruang resepsi harus sempurna betul. Maklum yang datang ke acara itu bukan orang-orang sembarangan.

Biaya yang dikeluarkan untuk acara resepsi keponakan Menko Kesra Aburizal Bakrie ini memang tergolong besar. Konon besarannya biayanya hingga Rp 10 miliar. Bila merujuk dana yang dekeluarkan untuk dekorasinya yang seharga Rp 3 miliar, kiranya menjadi wajar. Belum lagi untuk keperluan-keperluan lain-lain yang tentunya tidak dibayar murah.

Misalnya parkiraan untuk keluarga mempelai. Untuk memberi kenyamanan, keluarga Bakrie membooking beberapa luas area parkir yang ada di Hotel Mulia. Harga sewa ruang parkir itu Rp 6 juta per hari. Sementara keluarga Bakrie telah membookingnya untuk 3 hari, sejak Rabu 23 Juli 2008 hingga Jumat 25 Juli 2008. Belum lagi sewa parkiran untuk sejumlah tamu istimewa yang hadir di resepsi.

Menurut salah satu petugas keamanan hotel, parkiran mobil di dalam gedung sudah disewa oleh keluarga Bakrie. Hotel berlantai 40 ini mempunyai kapasitas pakir hingga 2.000 mobil. Sedangkan tamu undangan yang kurang begitu penting, disediakan ruang parkir di sepanjang jalan yang melintasi Hotel Mulia.

Bukan cuma tempat parkirnya saja yang disewa. Puluhan kamar juga telah di booking jauh-jauh hari untuk menampung kerabat dekat keluarga Bakrie yang datang dari luar Jakarta. Sedangkan khusus untuk mempelai, menurut informasi yang diterima detikcom<\/strong> dari bagian reservasi, pengantin menempati kamar suite room. Kamar yang luasnya 250 meter persegi itu bertarif Rp 23 juta per malam.

Jadi bila ditotal besarnya biaya acara resepsi tersebut pastinya sangat wah. Namun angka persisnya, pihak keluarga tidak mau memberikan informasinya. Juru bicara keluarga Bakrie, Lalu Mara Satria Wangsa meminta besarnya biaya pernikahan tidak dikait-kaitkan dengan masalah lain. Apalagi masalah lumpur. "Kita tidak mau membahas masalah ini apalagi dikaitkan dengan lumpur Lapindo," jelas Lalu Mara.Menurut Lalu, pesta pernikahan yang digelar di sebuah hotel adalah hal yang biasa terjadi. Terlebih, perayaan tersebut tidak ada yang istimewa, prosesi yang dilaksanakan pun sama seperti umumnya.

Communication Manager Hotel mulia, Adeza Mulia yang ditemui detikcom<\/strong> juga enggan memberikan rincian seputar biaya yang dikeluarkan untuk biaya resepsi. "Saya tidak akan memberi keterangan untuk acara apapun yang ada di hotel ini kepada pihak ketiga," tegas Adeza.

Namun Adeza menjelaskan, bila ingin menikmati ruangan di grand ballroom yang berdaya tampung 6.000 orang, memang gratis. Tapi tentu saja si penyewa harus memesan makanan serta keperluan resepsi kepada pihak hotel.

Sudah menjadi peraturan tertulis untuk tidak memperbolehkan dan membawa
makanan dari luar ke dalam ballroom. "Resep masakan yang tidak mungkin dibuat dan diciptakan, buat banquet hotel kami bisa diciptakan dan dibuat," terang Adeza sedikt promosi kepada detikcom.

Menurut sumber detikcom di bagian banquet harga bisa berkisar antara Rp 1 juta-Rp 2 juta per orang dalam sehari. Itu di luar biaya masak makanan. Bisa dibayangkan selama 3 hari biaya yang harus dikeluarkan Bakrie untuk ballroom dan isinya.

Harga makanan di hotel mulia sangat fantastis. Sekadar tahu, untuk minum secangkir teh dan 1 buah kue harus membayar Rp 300 ribu.

Sementara menurut juru rias pengantin dan sekaligus dosen di Uninersitas Jakarta, Tien Santosa, menu yang disajikan dalam resepsi sangat mewah dan berkelas. Tien merias Adinda di lantai 40.

"Pengantin menginap di lantai 40. Suasana di dalam itu sangat meriah, sangat bagus. Desainnya sangat mewah. Buah-buahnya lengkap sekali, kecuali duren. Makanannya dari A sampai Z ada. Suvenirnya 2 lilin aroma terapi," jelas Tien.
(ddg/iy)
Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam", Senin sampai Jumat pukul 00.30 - 01.00 WIB, hanya di Trans TV
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed