DetikNews
Lapsus
Follow detikcom fb share fb share fb share fb share
News Feed
  • Dua Cinta Mati di Rabu Kelabu

    DETIKNEWS | Rabu 02 Sep 2015, 06:42 WIB "Kemarahanku terus bertumpuk... aku hanyalah satu tong bubuk mesiu manusia.... Hanya menunggu untuk boom!!!"
  • Lebih Senang Dolar Naik

    DETIKNEWS | Selasa 01 Sep 2015, 07:02 WIB Sejumlah negara lebih senang mata uangnya melemah karena ekspor bakal lebih kuat.
  • Infrastruktur Jadi Harapan Tersisa

    DETIKNEWS | Selasa 01 Sep 2015, 06:33 WIB Meski menjadi harapan terakhir menggenjot ekonomi, penyerapan anggaran masih kecil. Kecemasan dikriminalisasi menjadi salah satu penyebab.
  • Krisis 1998 Berulang Kembali?

    DETIKNEWS | Selasa 01 Sep 2015, 04:54 WIB Meski dolar AS menyentuh Rp 14 ribu kembali, tipis peluang bakal menjadi krisis seperti 1998.
  • Mengendus Transaksi Para Bandar

    DETIKNEWS | Senin 31 Aug 2015, 15:36 WIB BNN membongkar bisnis jual-beli mobil yang berasal dari perdagangan narkotik. Bekerja sama dengan PPATK.
  • Dilawan, Ahok Tetap Jalan

    DETIKNEWS | Senin 31 Aug 2015, 10:30 WIB Setelah Kampung Pulo, Gubernur Basuki akan merelokasi warga Bukit Duri. Sejumlah organisasi mendeklarasikan gerakan #LawanAhok.
  • Dubes Titipan

    Bunuh Saja, Jangan Aku Di-Dubes-Kan!

    DETIKNEWS | Senin 31 Aug 2015, 06:11 WIB Ada dubes yang menikmati jabatannya sebagai "raja" di negeri orang. Ada pula yang memilih mati daripada dijadikan dubes.
  • Dubes Titipan

    Banjir Relawan di Kursi Dubes

    DETIKNEWS | Minggu 30 Aug 2015, 17:07 WIB Jokowi mengajukan calon dubes nondiplomat terbanyak dalam 15 tahun terakhir. Parpol pendukung dan relawan mengusulkan 100 nama calon dubes dan minta negara strategis.
  • Banyak Kantor, Satu Ruang

    DETIKNEWS | Kamis 27 Aug 2015, 06:51 WIB Sejumlah kantor bersama mulai berdiri di Jakarta dan sekitarnya. Pendapatan mengandalkan layanan virtual office.
  • Nama Korea di Blitzmegaplex

    DETIKNEWS | Kamis 27 Aug 2015, 06:25 WIB Meski asing dilarang menanamkan modal di bioskop, perusahaan Korea bisa menguasai sebagian saham dan mengubah nama Blitzmegaplex.
  • Musikus Yahudi di Rumah Usamah

    DETIKNEWS | Rabu 26 Aug 2015, 10:16 WIB "Inggris terpaksa mundur dari wilayah koloni terbesarnya setelah Gandhi dan pengikutnya memboikot barang-barang buatan Inggris. Kita harus melakukan hal serupa terhadap Amerika."
  • Najib Disumbang, Najib Digoyang

    DETIKNEWS | Rabu 26 Aug 2015, 07:19 WIB "Mereka merasa tak ada jalan lagi untuk menunjukkan ketidakpuasan terhadap Najib dan para pembantunya."
  • Dulu Disayang, Sekarang Dibuang

    DETIKNEWS | Selasa 25 Aug 2015, 13:08 WIB Dulu ramai-ramai berburu tambang batu bara di Indonesia, sekarang perusahaan India malah melepas saham yang sudah dipegang.
  • Tambang Kecil Mati Duluan

    DETIKNEWS | Selasa 25 Aug 2015, 06:56 WIB Perusahaan batu bara besar masih bisa bertahan meski laba tipis, sedangkan yang kecil sudah tidak sanggup lagi.
  • Padamnya Batu Bara

    DETIKNEWS | Selasa 25 Aug 2015, 06:30 WIB Booming batu bara sudah berakhir, harga tinggal separuh. Perusahaan tambang memutar otak untuk bertahan.
  • Saat Elanto Menghadang Moge

    DETIKNEWS | Senin 24 Aug 2015, 13:54 WIB "Sebaiknya diarahkan untuk menghargai aturan lalu lintas jalan yang berlaku. Misal, saat lampu merah, mereka berhenti."
  • Di Balik Petaka Trigana

    DETIKNEWS | Senin 24 Aug 2015, 06:46 WIB Jika dari sisi pesawat tidak ada masalah, KNKT akan mencari kemungkinan lain penyebab jatuhnya Trigana Air di Papua.
  • Si Rajawali Ngepret

    Tak Ada Matinya Tukang Kritik

    DETIKNEWS | Senin 24 Aug 2015, 06:19 WIB Semenjak mahasiswa, Rizal Ramli dikenal sebagai tukang kritik pemerintah hingga dipenjara Soeharto dan dipecat SBY. Hanya Gus Dur dan Jokowi yang mau menampungnya di kabinet.
  • Si Rajawali Ngepret

    Mimpi Danau Toba Seperti Monako

    DETIKNEWS | Minggu 23 Aug 2015, 17:26 WIB Rizal Ramli langsung mengubah nomenklatur Kementerian Koordinator Kemaritiman. Mimpi besarnya adalah menyulap Danau Toba menjadi Monako-nya Asia.
  • Si Rajawali Ngepret

    Jurus Ngepret Rizal Ramli

    DETIKNEWS | Minggu 23 Aug 2015, 17:01 WIB Rizal Ramli menggunakan gaya oposan di kursi kabinet. Ia menamai gaya itu sebagai jurus "Rajawali Ngepret". Mau ngepret siapa? Apa ada manfaatnya?
  • Tobat Madat ke Piala Dunia

    DETIKNEWS | Kamis 20 Aug 2015, 16:51 WIB "Jangan dilihat kambuhnya saja, tapi dilihat bagaimana setelah kambuh dia berusaha untuk bangkit lagi, survive, dan hidup lagi."
  • Geng Pemerkosa dari Khan Wala

    DETIKNEWS | Rabu 19 Aug 2015, 06:52 WIB "Semua orang di kampung ini jadi korban. Anak-anak kami, laki-laki dan perempuan, diperkosa dan diperas."
  • Karena Lalai di Binhai

    DETIKNEWS | Rabu 19 Aug 2015, 06:15 WIB "Aku pernah mengalami gempa di Alaska.... Tapi tak bisa dibandingkan kali ini. Seluruh bangunan seperti bergoyang, melompat naik-turun."
  • Di Mana Daging Sapi Bersembunyi

    DETIKNEWS | Selasa 18 Aug 2015, 11:05 WIB Pemerintah menuding importir menahan pasokan ke pasar karena kuota impor dipotong. Kuota impor tambahan akan diberikan ke BUMN.
  • Belum Saatnya Borong Saham

    DETIKNEWS | Selasa 18 Aug 2015, 08:37 WIB Meski harga saham sedang murah, kondisi pasar belum stabil. Para analis tidak menganjurkan memborong saham.
  • Akhir Keajaiban Ekonomi Tiongkok?

    DETIKNEWS | Selasa 18 Aug 2015, 08:15 WIB Diturunkannya nilai yuan menjadi isyarat bahwa Tiongkok tak lagi tumbuh cepat seperti seperempat abad terakhir ini.
  • Meredam Turunnya Yuan

    DETIKNEWS | Selasa 18 Aug 2015, 06:36 WIB Harga komoditas andalan Indonesia bakal melemah, rupiah anjlok.
  • Bukan untuk Keluarga Cendana

    DETIKNEWS | Senin 17 Aug 2015, 17:22 WIB Yayasan Supersemar mengkaji putusan PK yang menjatuhkan hukuman ganti rugi Rp 4,5 triliun. Kekayaan yayasan pernah diteliti Kejaksaan Agung pada 1998.
  • Rombak Kabinet ala Jokowi

    DETIKNEWS | Senin 17 Aug 2015, 08:45 WIB Jokowi mengantongi nama pengganti Luhut sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Perombakan yang lebih banyak menyentuh jajaran menko dikritik.
  • Menanti Sinyal Aturan Pilkada

    DETIKNEWS | Senin 17 Aug 2015, 08:12 WIB Mengantisipasi calon tunggal dalam pilkada, pemerintah menyiapkan perpu. Badan intelijen memetakan daerah dengan potensi gangguan keamanan.
  • Loading More News
  • More News