DetikNews
Follow detikcom Like Follow
Senin 16 Jan 2012, 09:50 WIB

Para Jenderal di Wisma Bakrie

Terbakar Cemburu Pada Para Jenderal

- detikNews
Terbakar Cemburu Pada Para Jenderal
Jakarta - Sejumlah purnawirawan jenderal TNI kerap terlihat wira-wiri di Wisma Bakrie 2. Mereka antara lain Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan, mantan Wakil Panglima TNI Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, mantan KSAD Jenderal TNI (Purn) Subagyo HS dan mantan Kasum TNI Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy.

Para purnawirawan itu memang memiliki kantor khusus di lantai 17 gedung yang berdiri di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan itu. Nah di kantor inilah para pensiunan jenderal itu sering berkumpul dan juga berdiskusi.

Selain di ruangan kantor, diskusi juga sering digelar di kantin. Mereka berdiskusi tentang apa saja, mulai masalah bisnis, ekonomi, kebangsaan dan tentu saja politik. Peserta diskusi itu tidak cuma para jenderal tapi juga melebar ke sejumlah politisi.

Para pensiunan jenderal yang sering ke Wisma Bakrie itu kemudian disebut-sebut tergabung dalam Tim Begawan. Mereka dipimpin oleh Jenderal (Purn) Luhut Panjaitan. Luhut yang pernah menjabat sebagai Mentamben pada era Presiden Gus Dur saat ini menjadi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar.

Tim ini kabarnya sengaja dibentuk untuk menyusun strategi bagi pemenangan Aburizal Bakrie alias Ical, yang rencananya akan maju sebagai capres di Pilpres 2014.

Pada pertengahan November 2010, para jenderal itu mendampingi Ical memantau program Modal Bergulir di Surabaya. Selain Luhut, Jenderal Fachrul Rozi yang pernah menjabat Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Hanura, Kepala Staf Teritorial TNI Letjen (Purn) Agus Widjojo, Ketua Legiun Veteran RI (LVRI) Zainal Abidin, mantan Asisten Intelijen Kepala Staf Umum TNI Mayjen (Purn) Heriyadi juga hadir dalam acara itu.

Program Modal Bergulir merupakan salah satu cara Partai Golkar mendekati pemilih di desa. Bagi partai berlambang pohon beringin tersebut konsentrasi di desa-desa merupakan sebuah keharusan. Apalagi berdasarkan survei yang dilakukan partai itu, banyak pemilih Golkar berasal dari pedesaan.

Namun rupanya kehadiran para jenderal itu memicu kecemburuan para kader Golkar. Mereka yakin para jenderal itu memang tim sukses Ical. Tapi mereka kecewa karena Ical lebih memanjakan para jenderal dibanding kader DPD. Mereka beranggapan kantor para jenderal di Wisma Bakrie 2 merupakan fasilitas yang diberikan Ical.

\\\"Para pensiunan TNI itu berupaya menggalang dukungan bagi pemenangan Ical sebagai capres. Tapi banyak kader Golkar di daerah yang kecewa. Mereka selama ini tidak diurus. Ical lebih suka mengurus para pensiunan TNI itu,\\\" terang tokoh partai Golkar Sulawesi Selatan Zaenal Bintang kepada majalah detik.

Selain memicu kecemburuan pada kader Golkar, acara kumpul-kumpul para jenderal itu juga menggelindingkan isu yang seram. Ada isu para jenderal purnawirawan memilih menyeberang membela Ical dan ingin menggulingkan Presiden SBY yang sebelumnya mereka dukung.

Tentu saja semua isu itu membuat para jenderal purnawirawan itu gerah. Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi pun buru-buru mengklarifikasi. Fachrul mengakui para jenderal purnawirawan memang sering berkumpul di Wisma Bakrie 2.

Menurut Fachrul, sejumlah pensiunan jenderal yang berkumpul di Wisma Bakrie 2 merupakan para pemegang saham PT Toba Sejahtera yang didirikan sejak 2007. Kebetulan PT Toba berkantor di gedung tersebut. Para petinggi PT Toba Sejahtera merupakan para pensiunan jenderal TNI. Ada yang berbintang 4, bintang 3, serta bintang 2.

“Yang jenderal bintang empat ada Pak Luhut Panjaitan, saya dan Pak Subagyo HS. Jenderal bintang tiga ada Pak Johny Lumintang, Pak Suadi Marasabessy, dan bintang dua banyak,” jelas Fachrul.

Fachrul membantah acara kumpul-kumpul itu untuk membahas penggulingan SBY. Para purnawirawan jenderal justru sependapat agar SBY menyelesaikan periode pemerintahannya dengan maksimal. Pendapat itu juga sudah langsung disampaikan kepada SBY. “Beliau (SBY) katakan itulah yang saya lakukan,” terang Fachrul.

Diskusi para jenderal, lanjut Fachrul, juga membahas masalah kebangsaan saja. Tidak bicara soal dukung-mendukung salah satu calon atau partai tertentu. Maka begitu muncul isu para jenderal yang sering berkumpul di Wisma Bakrie II merupakan tim sukses Ical, mereka sangat terganggu. Sebab para pensiunan jenderal yang sering berkumpul di Wisma Bakrie itu berasal dari partai yang berbeda-beda. Ada yang dari Demokrat, Hanura, Golkar dan ada yang tidak berpartai. \\\"Terus terang kami merasa tidak enak,” Fachrul.

Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Informasi dan Penggalangan Opini Partai Golka Lalu Mara Satriawangsa juga membantah para jenderal yang sering ngumpul di Wisma Bakrie merupakan tim sukses Ical. \\\"Sampai sekarang kami belum berpikir untuk membuat tim sukses, apalagi capres. Ini kan masih lama sekali,” sanggah Lalu.

Tim Begawan, kata Lalu hanyalah sebuah lembaga kajian tentang wawasan kebangsaan dan persoalan kebangsaan lainnya. Dia mengakui kelompok Begawan ini memang dipimpin Luhut Panjaitan, yang anggotanya terdiri dari Agus Widjojo, Fachrul Razi, ada Suaidi Marasabessy, serta Suwardi.

Lalu mengakui para jenderal itu memang berkantor di Wisma Bakrie 2. Tapi itu bukan berarti difasilitasi oleh Ical. \\\" Jadi kalau ada yang bilang ini itu karena ada yang iri saja sama Pak Ical,\\\" kata Lalu.



(iy/iy)
Komentar ...
News Feed