DetikNews
Senin 02 Jan 2012, 10:04 WIB

Ramalan 2012:

Banyak yang Mati, Banyak yang Dibui

- detikNews
Banyak yang Mati, Banyak yang Dibui
Jakarta - 2011 kita tinggalkan dengan penuh kegeraman. Tahun itu, begitu banyak korupsi dan betapa nyawa kurang dihargai di republik ini. Dalam bidang hukum, banyak politisi dan pejabat pemerintahan yang masuk bui karena korupsi. Tahun itu juga terjadi pemenggalan atas Ruyati, TKI di Arab Saudi.

Melangkah ke tahun 2012, kasus yang sama diprediksi masih terulang. Masih akan banyak lagi politisi dan pejabat yang kembali akan masuk penjara.

Sekretaris Nasional Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Yuna Farhan menyatakan, banyak anggota DPR dan pejabat pemerintah bakal masuk penjara pada 2012 karena terjerat kasus mafia anggaran. Hal ini karena elite politik membutuhkan banyak modal menjelang pertarungan Pemilu dan Pilpres 2014. Menurut Yuna, harus diwaspadai terutama munculnya anggaran ganjil nanti di APBN-P 2012 dan megaproyek di kementerian.

Yuna enggan memaparkan soal nama-nama yang bakal masuk penjara. Menurutnya bisa politisi mana saja. “Ini bisa siapa saja dan parpol mana aja yang kena,” terang Yuna kepada majalah detik.

Meski belum bisa menyebut nama, Yuna yakin dengan prediksinya sebab bukti keterlibatan elite politik dalam kasus mafia anggaran sangat nyata pada 2011. Kasus Nazaruddin di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan suap di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) menjadi contohnya.

Dua kasus itu masih akan banyak menyeret politisi dan pejabat pada 2012. Kasus Nazaruddin yang kini memasuki sidang, misalnya berkali-kali menyebut peran sejumlah elite Partai Demokrat (PD). Nazaruddin, mantan bendahara umum PD, sering kali menyebut nama Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Ketua DPP PD Angelina Sondakh. Anas dan Angie tentu saja telah berkali-kali memberikan bantahan.

\\\"Kalau dari bukti-bukti, Anas dan Anggie sudah layak jadi tersangka, tetapi semua kembali kepada KPK,\\\" kata Nazaruddin di kantor KPK, Jakarta, 23 Desember 2011.

ICW juga meminta KPK segera bersikap terhadap Anas, Anggie dan politisi PDIP Wayan Koster. “Ini kan fakta hukum, ini yang harus disikapi oleh KPK,” kata Koordinator Divisi Investigasi Indonesia Corruption Watch (ICW) Tama S Langkun.

Sidang suap Kemenakertrans juga menyebut Menakertrans Muhaimin Iskandar yang juga menjabat Ketua Umum PKB. Muhaimin oleh Jaksa Penuntut Umum disebut bersama-sama anak buahnya, Nyoman Suisnaya menerima hadiah berupa uang dari pengusaha Dharnawati. Muhaimin dan Suisnaya pun membantah dakwaan ini.

KPK juga telah menetapkan politikus Partai Amanat Nasional Wa Ode Nurhayati sebagai tersangka. Wa Ode terjerat kasus dugaan suap Rp 6 miliar Dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) Provinsi Nangroe Aceh Darussalam. KPK mempunyai bukti kuat untuk menyeret anggota Banggar DPR itu ke pengadilan. Wa Ode meski tersangka hingga kini belum ditahan.

Selain mafia anggaran, kasus suap dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yang dimenangkan Miranda Gultom juga masih akan menggelinding pada 2012. Setelah ditangkapnya Nunun Nurbaetie, KPK mengantongi bukti untuk mengungkap otak intelektual dalam kasus suap itu.

Nunun sendiri juga sudah membeberkan peran Miranda dalam kasus itu. Namun Ketua KPK Abraham Samad masih enggan menerangkan siapa aktor intelektual yang bakal diseret KPK. \\\"Tidak mungkin kami ungkap sekarang siapa orangnya karena masih pengembangan. Kalau kita ungkapkan bisa jadi kacau,\\\" tutur Abraham.

Selain banyaknya elite yang bakal masuk bui, 2012 juga akan diwarnai banyaknya tenaga kerja Indonesia (TKI) yang terancam hukuman mati. Data Migrant Care menyebutkan, ada 32 TKI akan dihukum mati di sejumlah negara, khususnya Arab Saudi. 32 orang WNI ini merupakan orang yang sudah mendapatkan vonis hukuman mati. Sementara ada 417 orang TKI kini menjalani proses hukum di sejumlah negara untuk sejumlah kasus.

“Ini bukan ramalan, tapi ini kenyataan. Kita terus mendorong dan memberikan bantuan hukum. Kita sudah surati Raja Arab Saudi dan meminta bantuan Amnesty International untuk membebaskan 32 orang ini,” kata Direktur Migrant Care Anis Hidayah, kepada majalah detik.

Tindakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam memberikan pembelaan khusus kepada para terpidana mati itu akan sangat berpengaruh untuk membatalkan hukuman mati itu. “Tidak cukup hanya mengandalkan Satgas. Kalau hanya mengandalkan itu, 32 orang mati akan terjadi,” tegas Anis.

Selain kasus TKI, juga diprediksi kematian diakibatkan bencana alam berupa banjir dan gunung meletus. 2012 diprediksi bakal terjadi bencana besar. Selain itu juga akibat konflik agraria dan konflik mengatasnamakan agama.

Komisioner Komnas HAM bidang Pemantauan dan Penyelidikan Johny Nelson Simanjuntak memperkirakan konflik dan kekerasan berbau agama dan konflik agraria pada 2012 akan meningkat dibanding 2011. Sedangkan Kepala BMKG Sri Woro B Harijono memperkirakan akan terjadi banjir besar pada tahun naga air ini.

Namun namanya prediksi kadang salah atau meleset, atau kadang mendekati kebenaran. Kita semua tentunya berharap yang terbaik dan prediksi buruk tidak akan menjadi kenyataan.(IYE)

***
Edisi terbaru Majalah Detik mengupas tuntas tentang Pencapresan Dahlan Iskan dengan judul \\\'Bahaya Dahlan Iskan\\\',juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik nasional membahas \\\'Demam Mobil Esemka\\\', rubrik ekonomi bisnis \\\'Denda Delay Pesawat Dimulai\\\', dan rubrik seni dan hiburan yaitu buku :\\\' Kehidupan Cleopatra\\\' dan film The Ides of March: Satu Kursi Sejuta Muslihat\\\'.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download via detikcom dan detiknews.Selamat menikmati!<\/I>



(iy/iy)
Seorang siswi SD di Makassar Sulawesi Selatan meninggal setelah diduga dianiaya oleh ayahnya sendiri. Selengkapnya di program "Reportase Sore" TRANS TV Rabu mulai pukul 14.15 - 14.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed