DetikNews
Rabu 29 Jan 2014, 11:38 WIB

Program Pendampingan Anak Putus Sekolah Diuji Coba

- detikNews
Surabaya - Anak-anak yang mengalami putus sekolah memiliki permasalahan komplek. Untuk menumbuhkan sikap \\\'haus\\\' ilmu, ratusan anak-anak ini pun kini mendapat pendampingan.

Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Supomo menuturkan, 243 anak putus sekolah ini akan didampingi kakak pendamping (sebutan mahasiswa volunter) dengan pertemuan secara periodik.

\\"Jumlah anak yang didampingi nanti tidak menutup kemungkinan bertambah, ini hanya pilot project,\\" kata Supomo di acara gathering Campus Social Responsibility di Convention Hall Jalan Arif Rahman Hakim, Rabu (29\/1\/2014).

Anak-anak ini akan ada pertemuan dengan pendampingnya setiap seminggu sekali. Pria yang akrab disapa Pomo ini menggandeng mahasiswa dari 19 perguruan tinggi negeri dan swasta. Mahasiswa-mahasiswa ini yang akan menggiring anak-anak putus sekolah supaya kembali mau bersekolah lagi.

\\"Ada dua persoalan pokok, yakni orang tua dan anak-anak yang putus sekolah itu tidak punya akses informasi mengenai program-program pemkot. Yang kedua tidak ada pendampingan sebagai akses,\\" papar Supomo.

\\"Nah pendampingan ini dilakukan agar anak-anak tumbuh secara optimal,\\" kata dia lagi.

Belasan perguruan tinggi yang turut dalam program Campus Social Responsibility ini diantaranya adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), UIN dan Narotama.

Sementara itu, program Pemkot Surabaya ini didukung oleh pemerhati anak Seto Mulyadi. \\"Mungkin ini (program) baru pertama kali di Indonesia, semoga bisa dicontohkan ke kabupaten\/kota lain,\\" ujar pria yang disapa Kak Seto.

Ia menuturkan, bahwa tanda kecerdasan anak itu tidak hanya bisa dipandang dari segi akademis. Maka itu, pemkot harus bisa ikut menggerakkan masyarakat ikut sadar menggali potensi anak.

\\"Spektrum cerdas itu luas, tidak hanya dalam akademis. Seperti jago melukis itu juga cerdas,\\" tambah Kak Seto.

Yang paling penting, Seto menegaskan agar para pendamping ini menjauhkan sikap kekerasan dari dunia pendidikan. Baginya, ada banyak cara untuk memberi pengajaran kepada anak. \\"Mengajar sambil bernyanyi dan menari, anak-anak jadi senang bersekolah,\\" pungkas Kak Seto.



(nrm/fat)
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed