detikcom
Senin, 18/11/2013 20:12 WIB

Eks Bupati Bantul, Diperiksa Lebih 8 Jam Terkait Korupsi Dana Hibah

Edzan Raharjo - detikNews
Yogyakarta - Setelah sebelumnya mangkir dari pemeriksaan karena sakit, kali ini Mantan Bupati Bantul Idham Samawi memenuhi panggilan Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta(Kejati DIY). Mantan Bupati Bantul selama 2 periode ini yang merupakan tersangka kasus korupsi dana hibah Persiba ini, diperiksa sebagai saksi.

Idham Samawi diperiksa tim penyidik Kejati selama lebih dari 8 jam. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 9.00 dan baru berakhir sekitar pukul 17.15. Saat pemeriksaan berlangsung, belasan masa pendukung mantan Bupati tersebut menunggui hingga selesai diluar ruangan.

Keluar dari ruang pemeriksaan, Idham mendapat pengawalan ketat dari personil polisi dan para pendukungnya. Ia pun tak memberikan komentar saat mendapat pertanyaan dari wartawan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum, Kejati DIY, Purwanta mengatakan, Idham Samawi diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul Edy Bowo Nurcahyo.

Sementara diruang terpisah, mantan kepala Kantor Pemuda dan Olahraga Bantul Edy Bowo Nurcahyo diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Idham Samawi. Pada pemeriksaan yang pertama ini, Idham Samawi dicecar sebanyak 42 pertanyaan. Pertanyaan ini menyangkut, masalah tugas pokok dan fungsi mantan Bupati ini sebagai ketua KONI dan Manajer Persiba. Kemudian juga mengenai mekanisme dana hibah.

"Dari pemeriksaan ini, belum terinci mengenai materi. Karena keterbatasan waktu, dan tidak mungkin memeriksa secara berjam-jam karena kondisi fisik," kata Purwanto di Kejati DIY, Senin(18/11/2013).

Pemeriksaan selanjutnya, masih menunggu keputusan dari tim penyidik. Mengenai masa pendukung yang menunggui jalanya pemeriksaan, sejauh ini tidak mengganggu. Proses pemeriksaan tidak mengalami tekanan.

Mantan Bupati Buntul ini telah ditetapkan oleh Kejati DIY sebagai tersangka karena terseret kasus korupsi hibah dana sebesar Rp12,5 miliar ke Persiba dari APBD Bantul pada periode 2011. Pemeriksaan hari ini merupakan pemeriksaan yang pertama sebagai saksi. Sementara pemeriksaan dirinya sebagai tersangka dalam kasus tersebut, belum pernah dilakukan oleh Kejati.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/rvk)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%
MustRead close