detikcom
Senin, 11/11/2013 14:56 WIB

Bungker di Solo Diduga Sistem Pertahanan, Pemkot Koordinasi dengan TNI

Muchus Budi R. - detikNews
Foto: Muchus Budi R/detikcom
Solo - Bangunan bungker di kompleks balai kota Surakarta semakin nampak utuh setelah digali. Kemungkinan bungker tersebut semula berfungsi untuk bagian dari sistem pertahanan. Pemkot juga telah melakukan koordinasi dengan TNI untuk melakukan pemantauan tentang kemungkinan keberadaan sisa-sisa senjata.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Korem Warastratama Surakarta untuk mendampingi proses penggalian, karena kemungkinan bungker ini terkait dengan sistem pertahanan. Siapa tahu di dalamnya masih ada sisa-sisa senjata yang tertinggal," ujar Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, Senin (11/11/2013).

Setelah dilakukan penggalian selama beberapa hari, bentuk bungker semakin jelas. Pintu utama bangunan di bagian tenggara telah berhasil dibuka. Demikian pula jalan berupa sepuluh anak tangga menurun sebagai untuk masuk menuju pintu tersebut. Di bagian atap bungker terdapat beberapa lobang ventilasi udara.

Sedangkan bagian dalam bungker juga sudah berhasil dimasuki dan dibersihkan. Bangunan utama bungker seluas 15,4 m x 4,6 m. Sedangkan di bagian tengah terdapat tembok tebal yang berfungsi sebagai penyekat. Sedangkan satu pintu lainnya masih tertimbun tanah dan masih dalam proses penggalian.

"Diduga bungker ini bagian dari sistem pertahanan karena dulunya kompleks balaikota ini kompleks rumah dinas Residen Belanda untuk Surakarta. Dugaan itu diperkuat dengan keberadaan pondasi bangunan berbentuk persegi delapan di atas bunker yang diperkirakan merupakan pos militer," ujar Kasi Heritage Pemkot Surakarta, Mufti Raharjo.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(mbr/try)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%