DetikNews
Senin 26 April 2010, 16:02 WIB

IRPS Siap-siap Farewell dengan KA Parahyangan

- detikNews
IRPS Siap-siap Farewell dengan KA Parahyangan
Bandung - Komunitas Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) sudah bersiap-siap di Stasiun Gambir Jakarta menantikan jam keberangkatan KA Parahyangan pukul 16.15 WIB menuju Bandung.

Meski belum pada waktunya, beberapa anggota komunitas dari Jakarta maupun Bandung tampak sudah hadir di Stasiun Gambir. Namun tidak semua anggota komunitas yang datang ikut perjalanan KA Parahyangan ke Bandung.

Public Relation IRPS Leo Krisanto mengatakan dalam Parahyangan Farewell Trip kali ini, pihaknya ingin mengumpulkan kenangan yang dialami para penumpang KA Parahyangan.

\\\"Ya nanti ada sambutan, pembacaan riwayat kereta api, door prize, kupon nasi goreng dan masih banyak lagi,\\\" ujar Leo ditemui ditemui di Stasiun Gambir Jakarta.

Leo juga mengatakan dirinya sangat menikmati perjalanan saat menggunakan KA Parahyangan. Leo sengaja memilih kelas bisnis agar bisa melihat jalur peninggalan Belanda sekaligus panorama alam yang dilalui.

\\\"Saya lebih memilih naik kelas bisnis karena bisa menikmati udara pegunungan melalui kaca jendela yang bisa dibuka,\\\" terangnya.

Leo juga menilai kelas bisnis KA Parahyangan cukup ideal. Selain harganya miring juga cocok untuk penumpang yang hobi travelling.

Bukti kecintaan Leo pada KA parahyangan salah satunya dengan mendokumentasikan perjalanannya dari tahun 2008 saat di KA Parahyangan.

Hal serupa dikatakan angota IRPS, Aswin (30). Menurut Aswin, dirinya naik KA Parahyangan sejak tahun 1998 saat masih kuliah di Bandung.

\\\"Dari tahun 1998 sampai 25 April kemarin masih naik KA Parahyangan. Saya lebih suka naik kelas bisnis,\\\" ungkap Aswin.

\\\"Dulu saya naik dari jaman bisnis Rp 20 ribu Kalau eksekutif saya belum pernah coba,\\\" tuturnya.

Leo juga mengatakan dirinya belum bisa membayangkan bagaimana naik pengganti KA Parahyangan yaitu Argo Parahyangan. Tapi dia cukup memahami penggantian KA Parahyangan dengan Argo Parahyangan. \\\"Sangat ralistis. Namanya mekanisme pasar, realistis jadi tidak apa-apa,\\\" pungkasnya.



(ema/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed