DetikNews
Senin 30 Juli 2018, 15:48 WIB

Sambut Kemerdekaan RI, KBRI Canberra Gelar Wayang Kulit Maraton

Aditya Mardiastuti - detikNews
Sambut Kemerdekaan RI, KBRI Canberra Gelar Wayang Kulit Maraton Foto: Pementasan wayang kulit di NGA Australia (dok. KBRI Canberra)
Canberra - Menyemarakkan hari kemerdekaan ke-73 Indonesia, KBRI Canberra, Australia menggelar pentas wayang kulit secara maraton di national Gallery of Australia (NGA). Lakon yang dimainkan 'Babat Wana Martha' dipentaskan menggunakan bahasa Inggris.

Pementasan wayang kulit itu digelar pada 29-30 Juli 2018 dan dilanjutkan dengan workshop wayang kulit pada 31 Juli 2018. Pementasan wayang kulit secara maraton ini mendapat sambutan meriah dari warga Australia. Tiket pementasan yang disediakan NGA, ludes dipesan masyarakat Canberra sejak dua minggu sebelum acara.

Ruangan James O Fairfax Theatre di NGA yang berkapasitas hampir 300 kursi pun dipenuhi penonton yang hadir, mulai dari anak-anak sekolah hingga pejabat pemerintah Australia. Bahkan ada juga warga yang menempuh perjalanan ratusan kilometer dari Syney hingga Wagga-Wagga demi menonton pertunjukan wayang tersebut.

Duta Besar RI untuk Australia, Y. Kristiarto S. Legowo, menyampaikan pertunjukan ini bertujuan untuk mempromosikan warisan budaya Indonesia. Kristiarto mengatakan wayang kulit sudah dikenal di dunia ini kepada masyarakat luas Australia.

"Kesenian Wayang Kulit yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia, perlu kita jaga dan lestarikan bersama. Maka, saya sangat bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat Australia menyaksikan Wayang Kulit", kata Kristiarto dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Senin (30/7/2018).

Lakon 'Babat Wana Martha' dibawakan secara apik dan jenaka serta menggunakan bahasa gaul khas Australia oleh dalang Joko Susilo. Joko sendiri merupakan dosen tetap di Universitas Selandia Baru, yakni Otago University.

Usai pertunjukan, banyak penonton yang menyerbu panggung untuk melihat lebih dekat tokoh pewayangan dan alat musik gamelan Jawa. Sebagian dari mereka bahkan mencoba untuk memainkannya, seperti Pat dan anaknya Alithea, yang mencoba menabuh alat Gamelan.

"Alat musik gamelan yang mengiringi wayang sangat luar biasa dan unik karena memiliki banyak nada. Kami benar-benar senang melihat wayang kulit', ujar Pat.
Sambut Kemerdekaan RI, KBRI Canberra Gelar Wayang Kulit MaratonFoto: Pementasan wayang kulit di NGA Australia (dok. KBRI Canberra)


Hal yang sama juga disampaikan Stephanie Brown, yang datang bersama suami dan anaknya. Mereka mengaku terkesan dengan pertunjukan wayang kulit itu. Penonton lainnya juga mengungkapkan kesannya dan berjanji bakal kembali menonton pertujukan wayang kulit itu.

Tak hanya itu, para penabuh gamelan KBRI Canberra 'Ngesti Budhoyo' yang dipimpin Ki Sugito Hardjodikoro juga berhasil memukau penonton. Staf lokal senior KBRI Canberra itu menabuh gamelan secara apik bersama kru yang terdiri dari akademisi hingga murid SD Australia.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Canberra Imran Hanafi menyebut pementasan wayang kulit itu sekaligus menjadi media belajar bagi murid TK hingga SMA di Canberra untuk yang ikut kelas Bahasa Indonesia. Sekaligus untuk pengenalan budaya Indonesia sejak dini.

"Pertunjukan yang dikhususkan bagi pelajar ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan masyarakat Australia sejak dini terhadap Indonesia. Kita ingin menjadikan pendidikan dan kebudayaan menjadi instrumen yang penting dan unik dalam memperkuat hubungan kedua negara", ucap Imran.
Sambut Kemerdekaan RI, KBRI Canberra Gelar Wayang Kulit MaratonFoto: Pementasan wayang kulit di NGA Australia (dok. KBRI Canberra)

NGA merupakan salah satu galeri paling terkenal dan paling bergengsi di Australia. Tidak semua karya seni-budaya dari sebuah negara dapat tampil di NGA.

Pementasan Wayang Kulit merupakan bentuk pengakuan pihak Australia terhadap kualitas artistik seni budaya Indonesia yang juga telah masuk dalam daftar Warisan Budaya dunia UNESCO ini.

Deputi Direktur NGA Kirsten Pasley menyampaikan pihaknya memberikan apresiasi terhadap KBRI Canberra yang selama ini telah menjalin kerja sama yang sangat baik dengan NGA. Bahkan NGA juga akan menggelar Pameran Seni Kontemporer Indonesia berskala besar pada tahun 2019 selama 4 (empat) bulan. Pementasan Wayang Kulit Indonesia ini diselenggarakan berkat kerjasama antara KBRI Canberra, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan NGA.
(ams/ita)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed