278 Orang Tewas dalam Bentrok di Mesir, Termasuk 43 Polisi

- detikNews
Kamis, 15 Agu 2013 03:57 WIB
Kairo - Pasukan keamanan Mesir menyerbu lokasi yang menjadi kamp para demonstran loyalis Presiden yang digulingkan Militer Mohamed Morsi, Rabu kemarin. Dua ratusan lebih jalanan Kairo dibanjiri darah dari mereka yang bertikai.

Otoritas berwenang di Mesir menyatakan, sebanyak 235 sipil tewas dalam bentrokan yang pecah Rabu (14/8/2013) pagi. Sementara dari pihak keamanan tercatat 43 polisi meregang nyawa dalam bentrokan itu.

Menanggapi itu, Interem Presiden Adly Mansour mengumumkan Mesir dalam keadaan darurat nasional, dan mulai berlaku mulai pukul 04.00 waktu setempat. Dalam bentrokan tersebut, sedikitnya empat gereja dibakar.

Bentrokan pecah saat aparat keamanan berupaya membubarkan massa yang membuat kamp di alun-alun Rabaa al-Adawiya. Pengepungan kamp para demonstran juga terjadi di Nahda.

Dengan tindakan brutal, aparat menembakan gas air mata ke arah demonstran. Suasana menjadi kacau, bentrokan pun tak terhindarkan. Suara-suara tembakan juga ramai terdengar.

Menyusul peristiwa berdarah itu, Wakil Presiden pemerintahan transisi Mesir, Mohamed ElBaradei, mengundurkan diri dari kursi kepemimpinannya. Langkah tersebut sebagai bentuk aksi protesnya terhadap aksi kekerasan aparat bersenjata terhadap demonstran loyalis Mohamed Morsi.

"Akan menjadi sangat sulit untuk meneruskan tanggungjawab sebuah keputusan yang tidak saya setujui dan konsekwensi yang saya takuti," kata ElBaradei seperti dilansir AFP, Kamis (15/8/2013).
(ahy/ahy)