DetikNews
Senin 30 November 2015, 08:21 WIB

Jelajah Australia

WNI Petinggi Start Up di Sydney Bicara Peluang Freelance dan Gajinya

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
WNI Petinggi Start Up di Sydney Bicara Peluang Freelance dan Gajinya Vice President of Growth freelancer.com, Willix Halim (Foto: Nograhany WK)
FOKUS BERITA: Jelajah Australia
Sydney - Profesi pekerja lepas atau freelancer diprediksi akan makin tren di Indonesia beberapa tahun ke depan. Penghasilannya, bisa dibilang cukup wow!

"Well, salah satu yang kita bakalan bet on, menurut kita 20 tahun lalu, pas mau kerja bisa 20 tahun. 10 Tahun lalu, kerja 3 tahun pindah-pindah. Era millenium, setahun-dua tahun pindah. Kita predict untuk future bakal bid per project doang gitu. Per project pindah-pindah-pindah, itu freelancer," jelas Vice President of Growth freelancer.com, Willix Halim.

Willix diwawancara detikcom dan RCTI -- atas undangan Australia Plus ABC International -- di kantor pusat freelancer.com di Sydney, New South Wales, Australia, pada September 2015 lalu. Kerjaaan lepas makin diminati di masa depan lantaran sangat fleksibel dan tak membutuhkan kantor.

Setidaknya, data tren profesional lepas ini disitir Willix dari freelancer.com sendiri. Per September 2015, anggota freelancer.com di Indonesia sudah mencapai 1 juta, naik dari 2 tahun lalu yang hanya 60 ribu.

"Yang kerja di freelancer.com di Indonesia, yang maintain website freelancer nggak banyak orang ya. Cuma profesional yang gabung di freelancer di Indonesia itu 1 juta orang. Jadi agak besar freelancer kita, suka dengan platformnya. 1 Project mereka bisa dapat sampai Rp3 juta, itu bisa 2-3 hari doang," jelas dia.

Pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 27 tahun ini bahkan mengatakan di Indonesia, ada anggota freelancer.com yang berpenghasilan miliaran rupiah setahun.

"Di Indonesia ada freelancer yang penghasilannya AU$ 300.000 (Rp 3 miliar) per tahun. Which is not bad, for one person. Freelancer kita dari Bandung, itu bisa sampai Rp 3 miliar per tahun. Karena website company, nggak masalah employeenya di mana yang penting freelancer-nya banyak dari Indonesia," imbuh Willix.

Bidang-bidang yang ditawarkan di situs freelancer.com ini kebanyakan bidang IT seperti pembuatan website, data entry, ada pula desain produk dan marketing.

"Buat website yang paling top," tutur dia.

Situs freelancer.com adalah situs yang mempertemukan perusahaan dan profesional dengan proyek-proyek lepas alias freelance. Di situs ini, perusahaan memposting proyek lepas beserta plafon nilai proyeknya. Nah profesional lepas kemudian menyodorkan proposal portofolio beserta nilai proyeknya. Seperti lelang, perusahaan kemudian memilih profesional lepas terbaik dari portofolio dan nilai proyek yang ditawarkan.

"Kita apply ke freelancer.com, mereka nge-post project. Jadi misalnya mau buat website, ini 20 dolar, 40 dolar. Employee-nya milih siapa yang paling bagus," lanjutnya.

Tak jarang, para freelancer justru mendapatkan kerja profesional tetap dari portofolionya bekerja via freelancer.com ini.

"Cuma banyak sih kaya cara-cara employee lihat talent ini, suka, langsung hire aja. Jadi banyak cara-cara, cuma majority kaya gitu," tuturnya.

Dengan situs ini, para freelancer dan pemilik proyek bisa bekerja lintas negara, lintas benua. Willix mencontohkan untuk proyek lepas paling favorit di situsnya, yakni desain web. Pemilik proyek bisa berasal dari Amerika Serikat, dan profesional lepasnya dari China dan India dan tanpa perlu bertemu muka.

"Nggak bisa pilih negara supaya bisa lebih adil dan fair," papar dia.

Namun, go local juga adalah salah satu perhatiannya. Misal memungkinkan pemilik proyek atau profesional lepas ini memilih proyek di negara yang sama.

"More local salah satu affect kita, gimana supaya bisa local misal di US doang sekitar 50 km, supaya bisa ambil atau apa. Digital udahlah ya, ada inisiatif baru untuk tackle local doang, seperti Go-Jek, di Jakarta doang misalnya. Sekarang lokalnya Sydney doang, soalnya Sydney cukup padat," tutur sarjana bidang robotika dari Universitas Melbourne ini.

Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikuti Hidden Quiz-nya!
(nwk/hri)
FOKUS BERITA: Jelajah Australia
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed