DetikNews
Selasa 14 May 2013, 16:59 WIB

Pekerja Seks di China Kerap Disiksa Polisi di Penjara

- detikNews
Pekerja Seks di China Kerap Disiksa Polisi di Penjara Ilustrasi
Beijing - Para pekerja seks komersial (PSK) di China yang berada dalam tahanan polisi, kerap menjadi korban penganiayaan. Mereka disebut-sebut sering dipukuli dan disiksa oleh polisi, yang seharusnya melindungi mereka.

\\\"Para pekerja seks diperlakukan seolah mereka tidak memiliki hak asasi manusia sama sekali,\\\" ujar Direktur Human Rights Watch<\/em>, Sophie Richardson dalam konferensi pers di Hong Kong, seperti dilansir AFP<\/em>, Selasa (14\/5\/2013).

\\\"Bukannya dilindungi oleh polisi, para pekerja seks justru menjadi korban pemukulan, perlakuan sewenang-wenang dan penyiksaan saat di dalam penjara,\\\" imbuhnya.

Menurut Richardson, para PSK di China ini langsung ditahan tanpa melalui proses persidangan yang adil. Tidak sedikit dari para PSK ini yang ditahan di kamp kerja paksa, maksimal hingga 2 tahun, tanpa adanya putusan pengadilan yang jelas.

\\\"Saya dipukuli hingga memar-memar hebat karena saya tidak mau mengakui bahwa saya seorang pelacur,\\\" ucap salah seorang wanita yang menjadi korban penganiayaan polisi, Xiao Yue, seperti disebutkan dalam laporan Human Rights Watch itu.

Tidak hanya itu, Xiao Yue dan dua rekannya yang lain pernah diikat ke pohon oleh polisi dan kemudian mereka disiram dengan air dingin. Mereka juga dipukuli oleh polisi.

Lain cerita dengan sejumlah pekerja seks lain yang mengalami kekerasan seksual saat bekerja. Mereka mengaku disiksa dan diperkosa oleh kliennya.

\\\"Saya diperkosa beberapa kali. Tapi karena saya seorang pekerja seks, dan menjual seks dilarang oleh hukum, saya bisa ditangkap nanti. Jadi saya tidak pernah melaporkannya ke polisi. Saya hanya bisa miris dan menahannya,\\\" ucap seorang pekerja seks bernama Mimi dalam laporan tersebut.

Richardson menuturkan, tindakan penganiayaan semacam ini jelas-jelas telah melanggar undang-undang yang berlaku di China. Meskipun mereka pekerja seks dan pelacuran dilarang oleh hukum, namun sebagai manusia, para PSK ini juga memiliki hak asasi.

Saat ini, diperkirakan ada sekitar 4-6 juta pekerja seks di China. Pemerintah China menyebut mereka sebagai \\\'penjahat sosial\\\'. Penelitian Human Rights Watch menemukan bahwa kemiskinan menjadi faktor utama yang memaksa banyak kaum wanita di China menjalani profesi sebagai pekerja seks.

Di sejumlah wilayah miskin di China, terdapat ketidaksetaraan gender, yakni jumlah penduduk wanita dua kali lipat lebih banyak dari penduduk pria. Dengan mencari uang dari prostitusi, kaum wanita di China bisa memperoleh penghasilan 10 kali lipat lebih besar daripada wanita yang bekerja dengan layak.


(nvc/ita)
Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB
Komentar ...
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed