detikcom
Senin, 28/04/2008 11:01 WIB

Isu Pembubaran KPK

Antasari: Silakan Saja!

Muhammad Nur Hayid - detikNews
Jakarta - Isu pembubaran KPK berhembus. Pencetusnya adalah anggota FPD Ahmad Fauzi. Ketua KPK Antasari Azhar pun kembali menanggapi biasa isu tersebut.

"Saya sudah beberapa kali menjawab di media massa. Silakan saja," kata Antasari saat berkoordinasi dengan Plt Sekjen DPR Nining Indra Saleh sebelum penggeledahan ruang kerja Al Amin di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/4/2008).

Menurut pria berkumis itu, di era seperti sekarang ini setiap orang bebas untuk berkomentar apa pun. "Selama UU 30/2002 tentang KPK masih berlaku, hukum positif kami jalani," sambung Antasari.

Pekan lalu, anggota FPD Ahmad Fauzi meminta pembubaran KPK. Sebab menurut dia, KPK terlalu superbody. KPK pun dinilai tidak optimal melaksanakan tugasnya. Dengan membaiknya kinerja polisi dan jaksa, menurutnya, KPK tidak diperlukan lagi. (nvt/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel