Detik.com News
Detik.com
Kamis, 31/01/2008 07:57 WIB

Kelelawar Kuah Santan dan Tikus Rica-Rica

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Kelelawar Kuah Santan dan  Tikus Rica-Rica Sate kelelawar
Manado - Kelelawar dan tikus putih. Anda mungkin merasa jijik mendengar kedua nama hewan itu. Namun jangan kira, keduanya dapat disulap menjadi masakan bercita rasa tinggi.

Kelelawar alias paniki banyak dijumpai di pasar tradisional Manado, Sulawesi Utara, seperti di Pasar Karombosan dan Pasar Bersehati. Harganya cukup mahal Rp 25 ribu per ekor.

Sebelum diolah menjadi masakan, kelelawar terlebih dahulu dibakar untuk menghilangkan bulu-bulu halusnya.

"Biasanya pembeli memasak kelelawar berbumbu kuah santan," kata Nelton, pedagang kelelawar di Pasar Bersehati kepada detikcom, Selasa 29 Januari 2008.

Namun kelelawar juga dapat diolah sesuai selera. "Kalau saya biasa makan kelelawar berbumbu rendang. Rasanya seperti daging sapi. Kelelawar juga manjur untuk mengobati penyakit sama," kata Reky Kalumata.

Untuk masakan dari daging tikus, tikus yang diolah bukan tikus got. Tetapi tikus pohon yang biasa makan buah-buahan.

Sama seperti kelelawar, tikus terlebih dahulu dibakar untuk menghilangkan bulunya. Uniknya buntut tikus pohon berbeda dengan tikus lainnya. Buntutnya berwarna putih, badannya hitam.

"Supaya tidak tertipu, kita beli yang buntutnya putih. Jangan mau jika beli tikus tanpa buntut bisa-bisa dibohongi. Harganya relatif murah sekitar Rp 5.000 sampai Rp 6.000. Tetapi kalau Hari Natal bisa naik menjadi Rp 10-15 ribu," kata Lucy, warga setempat.

"Saya biasanya memasak tikus bumbu rica-rica. Dagingnya dipotong sesuai selera lalu digoreng dan ditaburi bumbu rempah dan cabai. Enaaak...," lanjut ibu 2 anak ini sambil mengacungkan jempol.

Tertarik mencoba?
(aan/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%