Detik.com News
Detik.com
Jumat, 23/11/2007 12:13 WIB

Mirip Tari Reog, Pemerintah Akan Teliti Tari Barongan Malaysia

Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Tarian Reog yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur, diklaim Malaysia sebagai tari Barongan. Pengklaiman Malaysia atas budaya Indonesia ini akan diteliti lebih lanjut oleh pemerintah.

"Jika memang itu terjadi, tentunya pihak Malaysia akan mengambil tindakan. Pemerintah sedang melakukan penelitian bagaimana sebenarnya," ujar Jubir Departemen Luar Negeri Kristiarto Surya Legowo di Departemen Luar Negeri, Jl Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (23/11/2007).

Tari Reog diklaim Malaysia sebagai tari Barongan yang menganggapnya sebagai warisan Melayu di daerah Batu Pahat Johor dan Selangor Malaysia.

Tari Reog sebetulnya sudah didaftarkan Pemerintah Kabupaten Ponorogo sebagai hak cipta milik kabupaten Ponorogo. Hak cipta itu tercatat dengan nomor 026377 tertanggal 11 Februari 2004 dan diketahui langsung oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ziz/umi)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%