detikcom
Senin, 12/11/2007 14:58 WIB

Iri Gaji PNS, Ribuan Buruh Semarang Minta UMK Dinaikkan

Triono Wahyu Sudibyo - detikNews
Semarang - Dibanding gaji PNS yang terus naik dari tahun ke tahun, gaji buruh dinilai tak sepadan. Ribuan buruh Semarang pun turun jalan. Aksi buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) dimulai dari balaikota, Jalan Pemuda, Senin (12/11/2007). Mereka menduduki pusat pemerintahan itu selama beberapa jam. Polisi dan Satpol dikerahkan. Menurut para buruh, lembaga maupun departemen di pemerintahan telah mengusulkan dan merealisasikan kenaikan gaji para pegawainya jauh-jauh hari. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan gaji terendah PNS sebesar Rp 2 juta. "Kapolri juga menyebutkan gaji polisi minimal Rp 7 juta. Tapi buruh sampai sekarang masih di bawah Rp 1 juta. Kami cuma jadi sapi perahan," kata seorang buruh. Para buruh yang sebagian besar merupakan kaum hawa itu menolak usulan Pemkot Semarang mengenai kenaikan gaji buruh atau UMK pada tahun 2008 dari Rp 615 ribu menjadi Rp 715 ribu. Usulan itu dianggap tidak rasional. "Usulan pemkot harus direvisi. Berdasar survei kami, gaji minimal buruh sebesar Rp 950 ribu. Kami menghitung berdasar kebutuhan dan laju inflasi," kata Ketua SPN Kota Semarang, Nanang Setiyono. Dijelaskan Nanang, pada tahun 2006 silam, para buruh sempat mengusulkan UMK sebesar Rp 1.050.000, namun ditolak pemkot. Pada tahun 2007 ini, mereka mengusulkan jumlah yang lebih kecil untuk tahun 2008, lagi-lagi usulan itu ditolak. Di akhir aksinya, buruh mengancam akan terus turun jalan sampai tuntutan mereka terpenuhi. Mereka akan menggalang kekuatan yang lebih besar untuk 'menduduki' balaikota. Pada tanggal 6 Nopember lalu, buruh telah turun jalan. Namun aksi mereka tak mendapat perhatian dari pemkot. Bahkan untuk sekadar berdialog dengan Walikota Sukawi Sutarip pun tak terwujud. (try/djo)





Sponsored Link

Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel