detikcom
Senin, 22/10/2007 10:13 WIB

Video Pemerkosaan Anak SMP Beredar di Lampung

Ana Shofiana S - detikNews
Jakarta - Warga Kabupaten Lampung heboh. Sebuah klip pemerkosaan beredar dari HP ke HP. Pelaku dan korbannya masih duduk di bangku SMP. Sungguh miris. Dalam klip video tersebut tergambar seorang anak perempuan, sebut saja namanya Bunga, dikerubuti dua teman prianya. Yang mereka lakukan sungguh tak pantas. Secara bersamaan, keduanya memperlakukan Bunga dengan kasar dan tidak patut dilakukan anak SMP. Jari salah satu pelaku masuk ke kemaluan Bunga, yang lainnya menciumi. Bunga yang tidur di tanah hanya bisa merintih "Sakit... sakit." Berdasarkan informasi yang dikumpulkan detikcom, Bunga dilecehkan teman-temannya itu selama setahun. Dia diancam harus melayani mereka agar rahasia Bunga tidak tersebar. Semua berawal pada tahun 2006, ketika Bunga duduk di kelas I SMP I Blambangan Umpu, Way Kanan, Lampung Utara. Dia berpacaran dengan teman sekolahnya itu, sebut saja Yanto. Cara pacaran Bunga dan Yanto tidak hanya pegang tangan atau sekadar cium pipi, mereka sudah melakukan hal yang belum pantas dilakukan. Cara mereka berpacaran yang sudah kelewat batas itu akhirnya diketahui oleh ayah Yanto. Agar hubungan terlarang Yanto tak berlanjut, ayahnya memindahkan sekolahnya ke Kota Bumi, Lampung. Namun kepindahan Yanto tidak berakhir buat Bunga. Teman-teman Bunga satu sekolah yang mengetahui hal itu mengancam Bunga. Dia harus melayani mereka, jika tidak Bunga akan dilaporkan ke pihak sekolah. Bunga yang ketakutan akhirnya terpaksa memenuhi keinginan mereka. Selama setahun Bunga diperlakukan tidak senonoh oleh beberapa teman pria di SMP-nya itu. Biasanya mereka melakukan hal itu di Lapangan Pendopo di Way Kanan, sekolah, bahkan di pinggir kali. Nah, di Lapangan Pendopolah klip video yang tersebar di Kabupaten Way Kanan diambil. Dengan video tersebut, berkali-kali Bunga diancam jika tidak memenuhi keinginan mereka. "Tidak selalu dibegitukan, kadang Bunga disuruh telanjang dan duduk-duduk di pangkuan mereka, atau hanya disuruh mandi sambil ditontonin," kata sumber yang enggan disebutkan namanya, Senin (22/10/2007). Setelah hampir setahun, rupanya anak-anak SMP itu sudah mulai bosan dengan Bunga. Mereka mulai memeras dan meminta uang pada gadis malang tersebut. Jika tidak dipenuhi, klip video tersebut akan disebar. Tentu saja Bunga yang saat ini sudah duduk di kelas II tidak bisa memenuhinya. Karena itu pula klip video itu tersebar dan akhirnya diselidiki oleh Polres Way Kanan.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(ana/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%