detikcom
Selasa, 07/08/2007 14:20 WIB

Pendemo Minyak Tanah Tuding Intel Susupi Aksi di Plumpang

Gagah Wijoseno - detikNews
Jakarta - Demo warga yang menolak konversi minyak tanah menajadi gas di Plumpang, Jakarta Utara, Senin 6 Agustus 2007 kemarin berlangsung ricuh. Hal itu ditengarai karena aksi mereka disusupi intel. "Kami menduga kuat itu intel. Mereka dari Polres, Polda, Polsek dan Kodim," kata koordinator Forum Masyarakat Pengguna Minyak Tanah (FMPMT) Sondang Alexander. Hal ini disampaikan pria yang akrab disapa Alex itu dalam jumpa pers di kampus UKI, Jl Diponegoro, Jakarta, Selasa (8/7/2007). Alex menjelaskan, pada saat warga berdemo, muncul sekitar 30-40 pria berpakaian putih dan bercelana hitam. Mereka keluar serempak dari dalam kantor Depo Pertamina dan langsung bergabung masuk kerumunan pendemo. Pria yang diduga kuat intel itu lalu memprovokasi warga agar menyerang aparat. "Ayo serang polisi! Ayo serang polisi!" Alex menirukan kata-kata mereka. Sambil memprovokasi, lanjutnya, pria-pria itu juga melemparkan jerigen dan botol air mineral ke arah aparat yang berjaga. FMPMT, kata Alex, juga mempertanyakan kenapa aparat membubarkan aksi mereka. Padahal sebelumnya mereka sudah mengajukan izin ke Polda Metro Jaya. Dia pun menduga provokasi itu dimaksudkan agar polisi punya alasan untuk membubarkan massa. "Menurut undang-undang, aksi ini sampai pukul lima. Ini bukti kepolisian sebagai alat penguasa atau Pertamina untuk melindungi aset-aset mereka," ujarnya. Buntut dari kericuhan membuat polisi menahan 46 pendemo. Sebagian dibebaskan, namun 6 orang ditetapkan sebagai tersangka. "Tiga dari warga, tiga dari mahasiswa. Yang mahasiswa itu, semuanya dari UIN," kata Humas FMPMT Sapto Delano.
Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fiq/sss)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%