detikcom
Kamis, 19/07/2007 13:10 WIB

Tahanan Coba Bunuh Diri di Pengadilan Negeri Bandung

Erna Mardiana - detikNews
Bandung - Andi sudah beberapa hari menginap di LP Kebonwaru, Bandung. Dia menjadi tahanan kasus penipuan handphone. Saat ini dia sedang menghadapi kasusnya di pengadilan. Tapi, sepertinya Andi merasa berat menghadapinya. Dia pun tiba-tiba ingin mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dia sayat pergelangan tangan kirinya dengan benda tajam. Urat nadinya pecah, darah mengucur deras. Warga Bekasi ini pun pingsan dan segera dilarikan ke RS Halmahera, Jl. Halmahera, Bandung. Ada 6 jahitan terhadap luka di tangan kirinya itu. Andi melakukan tindakan nekat ini saat menunggu persidangan keduanya di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jl. RE Martadinata pada Kamis (19/7/2007) pagi. Saat itu, ada puluhan tahanan LP Kebonbaru lainnya yang juga akan disidang di pengadilan tersebut. Setelah diangkut dengan mobil tahanan dari LP Kebonwaru, Andi dan sekitar 20 tahanan lainnya diistirahatkan di ruang tunggu tahanan PN Bandung. Ketika menunggu sidang, Andi kemudian meminta izin kepada petugas untuk ke kamar mandi dengan alasan ingin buang air besar. Andi pun diizinkan. Dinding kamar mandi di ruang tunggu tahanan ini dibuat hanya setengah, untuk mengantisipasi agar tahanan tidak kabur atau melakukan hal-hal yang tidak diinginkan. Namun, rupaya Andi tetap bisa melakukan upaya bunuh diri di kamar mandi yang hanya 'setengah badan' ini. Saksi mata, Heri Setiawan (35), salah seorang tahanan lain mengaku sebenarnya sudah curiga terhadap Andi. Sebab, Andi terlalu lama di dalam kamar mandi. "Mungkin sekitar 30 menit dia di kamar mandi," kata dia. Heri sempat menyapa Andi dan menanyakan mengapa sangat lama di kamar mandi. "Tapi Andi mengaku sedang buang air besar, tapi tidak ada air," kata Heri yang saat itu duduk di bangku di depan kamar mandi tersebut. Tidak lama kemudian, tiba-tiba ada orang yang berteriak, "Ada yang bunuh diri, ada yang bunuh diri." Saat itu Heri tidak menduga yang melakukan upaya bunuh diri adalah Andi. Saat itu, Andi tiba-tiba keluar dari WC dan duduk di samping Heri. Beberapa detik kemudian, Andi tiba-tiba terjatuh dan pingsan. Heri kontan saja kaget. Apalagi saat melihat kucuran darah dari tangan kiri Andi. Rupanya Andi pingsan karena sudah kehabisan darah. Lantas, Heri langsung dibantu petugas dan tahanan lainnya dimasukkan ke dalam mobil tahanan untuk dilarikan ke RS Halmahera. Hingga pukul 13.00 WIB, Andi sudah dikembalikan ke LP Kebonwaru. Dia mendapatkan 6 jahitan di tangan kirinya. Andi pun akhirnya batal disidang. Belum diketahui, benda tajam apa yang digunakan Andi untuk menyayat pergelangan tangan kirinya itu. (asy/nrl)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel