detikcom
Senin, 09/07/2007 14:08 WIB

7 Keajaiban Dunia Baru

Colosseum, Saksi Pertarungan Berdarah Manusia Vs Hewan Buas

Shinta Shinaga - detikNews
Colosseum di malam hari (wikipedia.org)
Jakarta - Film "Gladiator" yang dibintangi Russel Crowe bukanlah mengada-ada. Pada suatu masa yang lalu, pertarungan berdarah antara manusia dengan hewan buas merupakan tontonan menyenangkan. Ketika kesenangan dan penderitaan menjadi satu. Colosseum merupakan jawabannya. Saat seorang manusia diadu dengan hewan buas hingga salah satunya tewas berdarah-darah, 50 ribu manusia lainnya tertawa-tawa menyaksikannya. Seperti hasil polling yang dilansir new7wonders.com dan dikutip detikcom, Senin (9/7/2007), Colosseum masuk dalam 7 keajaiban dunia baru dari 21 finalis. Gedung pertunjukan besar atau amphitheatre ini memang merupakan simbol kesenangan dan penderitaan. Colosseum berada di Roma, Italia. Bangunan bernama asli Flavian Amphitheatre ini didirikan oleh Raja Vespasian dan terselesaikan oleh anaknya, Titus. Tahun pembuatannya ada dua versi, yakni 79 sebelum masehi dan 70-82 sesudah masehi. Colosseum merupakan tempat penyelenggaraan pertunjukan yang spektakuler 5 jenis pertarungan selama ratusan tahun. Diperkirakan ribuan orang maupun binatang mati dalam pertunjukan di Colosseum. Kelima pertarungan itu adalah pertarungan antara binatang (venetaiones), pertarungan antara tahanan manusia dan binatang, eksekusi tahanan (noxii), pertarungan air (naumachiae) dengan cara membanjiri arena, dan pertarungan antara gladiator (munera). Pembangunan Colosseum saja sudah cukup sadis dan berdarah-darah. Ahli sejarah Dio Cassius mengatakan, 9.000 hewan buas terbunuh pada 100 hari sebagai perayaan peresmian dan pembukaan Colosseum. Lantai dari arena Colosseum tertutupi oleh pasir untuk mencegah agar darah-darah tidak mengalir kemana-mana. Colosseum berukuran tinggi 48 meter, panjang 188 meter, lebar 156 meter, dan luas seluruh bangunan sekitar 2,5 hektar. Arenanya terbuat dari kayu berukuran 86 x 54 meter dan tertutup oleh pasir. Bentuk elips atau bulat dari Colosseum gunanya untuk mencegah para pemain kabur ke arah sudut dan mencegah para penonton berada lebih dekat dengan arena pertunjukan. Colosseum masih digunakan sampai tahun 217, meskipun telah rusak terbakar karena disambar petir. Bangunan ini diperbaiki pada tahun 238. Permainan gladiator berangsur-angsur dihentikan umat Kristen. Empat gempa bumi pada tahun 442, 508, 847, dan 1349 merusak Colosseum.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(sss/ana)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%