detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 22:00 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 19/06/2007 16:38 WIB

LAPAN Buat Roket Cair dengan Jarak Jangkau 400 Km pada 2008

Erna Mardiana - detikNews
Jakarta - Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) terus mengembangkan produk-produk roketnya. Pada tahun 2008, LAPAN akan memproduksi roket cair yang berjarak jangkau cukup jauh, sekitar 300-400 km. "Kami targetkan pada tahun 2008 nanti LAPAN bisa memproduksi roket cair dengan jarak jangkau 300 km-400 km. Saat ini masih dalam proses," kata Ketua LAPAN Adi Sadewo Salatun dalam uji coba peluncuran roket di Fasilitas Uji Terbang Roket LAPAN Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Selasa (19/6/2007). Selain itu, kata dia, LAPAN juga akan mengembangkan produksi sendiri bahan bakar roket, ammonium perchlorate. "Targetnya nanti 1 bulan kami bisa memproduksi 1 ton pada tahun 2010. Sekarang hanya 4 kg per bulan," jelas dia. Mengenai roket-roket yang diluncurkan hari ini, Adi Sadewo menjelaskan roket tersebut merupakan roket balistik yang digunakan untuk keperluan aplikasi penginderaan jarak jauh, penelitian atmosfir, pemantauan cuaca, serta peluncuran satelit. "Untuk alat pertahanan, kami akan mengembangkan untuk pengintaian," ujar dia. Sementara itu di tempat yang sama, KSAL Laksamana Slamet Subijanto menyatakan bahwa roket produk LAPAN ini belum digunakan TNI AL. "Saat ini TNI AL belum bisa menggunakan produk LAPAN ini. Karena untuk alat pertahanan, sebuah roket perlu spesifikasi, terutama dari kecepatan, minimal daya jangkau harus 300 km," kata dia. Dengan kemampuan saat ini, kata KSAL, roket yang diproksi LAPAN masih belum memungkinkan digunakan TNI AL. Namun, pihaknya berharap produksi roket LAPAN terus dikembangkan, sehingga alat pertahanan bisa memakai produk dalam negeri. Roket-roket yang diuji coba untuk diluncurkan terdiri dari empat jenis, yaitu RX-250, RX-150, RX-100 locon, dan RX-70FFAR. Roket paling kecil adalah RX-70FFAR, berdiameter 70 mm dengan jarak jangkau 4,1 km. Sementara roket paling besar adalah RX-250, berdiameter 250 mm dengan jarak jangkau mencapai 51,3 km.

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asy/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%