detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 01:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 04/06/2007 10:05 WIB

Piknik Mur-mer 3 Negara (3)

Mee Bandung di Kuala Lumpur

Nurul Hidayati - detikNews
Jakarta - Esok malamnya di Kuala Lumpur, saya dkk dijamu makan malam di restoran Sate Kajang Haji Samuri di daerah Damasara, Selangor. Bang Amir, penjamu kami, menyebut Haji Samuri (63) berasal dari Indonesia. Sate Kajang Haji Samuri sangat terkenal dan disebut-sebut sebagai restoran sate kebanggaan Malaysia. Kurang lengkap rasanya kalau ke Malaysia tidak mencicipi sate Kajang. Bang Amir menyebut restoran itu telah mengembangkan sayap dalam bentuk franchise. Saat ini Sate Kajang Haji Samuri sedikitnya telah memiliki 17 gerai dengan pekerja lebih 500 orang. Restoran ini tersebar utamanya di Kajang dan Selangor. Restoran Sate Kajang Haji Samuri menyediakan aneka sate, yaitu sate daging sapi, daging ayam, kelinci dan rusa. Harga sate dihitung per tusuk. Setiap hari, Haji Samuri bisa memproduksi 100 ribu lebih tusuk sate. Rasa sate Kajang lebih manis dibandingkan sate di Indonesia. Cara makannya pun agak berbeda. Di Indonesia, seporsi sate ditaburi sambal kacang atau sambal kecap. Sedang di negeri jiran, sate dan sambal dipisahkan. Lalu sate dicocolkan ke semangkuk sambal kacang. Tiap orang mendapat satu mangkuk sambal kacang. Bila kurang pedas, masukkan sambal cabai ke mangkuk sambal kacang itu. Ketika memesan menu, kami dilayani oleh seorang pelayan yang mengaku berasal dari Bandung, Jawa Barat. Yang menarik hati, selain menu aneka sate, di daftar menu restoran tersebut ada sajian bernama Mee Bandung. "Kalau di Bandung tidak ada mie Bandung, kalau di sini malah ada," komentar Bang Amir. Jelas ini menarik minat saya dkk untuk bertanya apakah mee Bandung itu. "Itu seperti mie ayam tapi ada telornya," jelas pelayan asal Bandung tersebut dengan logat Melayu. Apakah mee Bandung terinsipirasi Kota Bandung? Seorang warga Malaysia menyebut mee Bandung tidak ada kaitan dengan Kota Bandung. Masakan tersebut berasal dari Johor. Terlepas dari perdebatan asal nama mee Bandung, Bandung sangat terkenal di Kuala Lumpur. Bandung adalah salah satu kota tujuan wisata di Indonesia selain Bali dan Jakarta. Orang Kuala Lumpur sangat familiar dengan Bandung yang berhawa sejuk. Banyak biro perjalanan yang memasukkan Bandung ke dalam paket wisatanya. Putrajaya Selama di Kuala Lumpur, saya sempat juga mampir ke Putrajaya. Di sinilah pusat pemerintahan Malaysia berada. Kantor perdana menteri dan kantor departemen-departemen berjajar sangat rapi, teratur, bersih dan megah. Saya mencapai Putrajaya dengan KLIA Ekspres dengan tiket RM 15/orang dari KL Center (1 RM = Rp 2.650). KL Center adalah pusat perbelanjaan lengkap dengan terminal MRT dan bus ke segala penjuru. KLIA Ekspres adalah MRT eksekutif yang menghubungkan Kuala Lumpur dengan daerah-daerah pinggiran di luar ibukota negara. Saya turun di stasiun Putrajaya lalu menyambung dengan bus. Kedua angkutan ini sangat nyaman, hal yang tak bisa ditemukan di Jakarta. Malaysia saat ini tengah mempromosikan Putrajaya sebagai salah satu objek wisata bagi turis asing. Tapi uniknya, warga Kuala Lumpur banyak yang belum pernah ke Putrajaya. Selain jauh, tampaknya Putrajaya kurang menarik bagi warga lokal. Maklum, isinya cuma kantor-kantor pemerintah saja. "Kalian nak cari apa di Putrajaya?" begitulah komentar Kak Irul, seorang pegawai di sebuah universitas di Shah Alam, pada kami. Tempat lain yang tak boleh luput dikunjungi adalah menara kembar Petronas. Sayang, saat berkunjung ke sana tepat hari Senin. Petronas tutup untuk wisatawan. Turis hanya bisa berfoto di luar gedung saja. Di hari biasa, turis bisa naik ke atas, tapi hanya sampai pertengahan saja, tidak hingga lantai teratas. Kurang Aman Kuala Lumpur saat ini tengah menghadapi masalah tingginya kriminalitas. Nyaris saban hari kasus kekerasan menghiasi surat kabar. Mak Yah yang menetap di Petailing Jaya bahkan terpaksa membungkus tas tangan cantik yang dibelinya dari Jakarta dengan tas kresek bila pergi ke luar rumah. Tentu saja tujuannya agar tidak menarik perhatian penjahat. Menurutnya, tingginya kejahatan itu akibat makin banyaknya imigran yang masuk ke negeri tersebut. "Banyak yang masuk dari Myanmar, Vietnam, dan lain-lain," katanya sambil menyiapkan sarapan berupa roti cane. Tak hanya penduduk lokal yang jadi korban. Pendatang, termasuk turis, juga sasaran empuk. Karena itulah bila ke Kuala Lumpur disarankan untuk tidak kelihatan bingung, berlakulah seolah-olah warga setempat dan terus waspadalah!

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nrl/ana)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%