Rabu, 30/05/2007 22:48 WIB

Megawati: Ada Kelompok yang Berniat Hilangkan Pancasila

Muchus Budi R. - detikNews
Jakarta - Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menengarai saat ini ada kelompok-kelompok tertentu yang dengan sengaja hendak menghilangkan dasar negara Pancasila. Dia juga mempertanyakan pertanggungjawaban moral para politisi yang dinilai kering karena miskin nilai budaya. Hal tersebut disampaikan oleh Megawati ketika memberikan sambutan dalam acara mengenang Bung Karno di Pendopo Balaikota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (30/5/2007) malam. Menurut Mega, Pancasila sebagai falsafah dasar negara telah mulai ditinggalkan dan bahkan ada yang ingin menghilangkan. "Amandemen-amandemen (UUD) yang terus-menerus itu mau seperti apa. Para politisi perlu dipertanyakan, mereka hanya akan berpolitik praktis atau masih punya jiwa kenegarawanannya. Kita perlu mempertanyakan moral obligation mereka," ujar Megawati. Megawati menilai kehidupan politik saat ini berjalan sangat kering karena para pelaku politiknya tidak memiliki nilai budaya yang terus dipupuk dan mengalir dalam darah dan sanubari masing-masing. Dia mencontohkan adik kandungnya, Guruh Soekarnoputro, yang sangat berbakat di bidang seni budaya. Namun saat ini, kata Megawati, bersusah-payah memasuki dunia politik. "Saya katakan kepadanya, tidak usah masuk politik. Masyarakat Indonesia yang plural ini tidak hanya membutuhkan politik saja. Seni budaya itu juga sangat dibutuhkan. Bahkan dunia politik sekarang juga terasa kering karena pelakunya mengabaikan nilai-nilai budaya," paparnya. "Bung Karno itu jangan hanya dikenang sebagai orator yang namanya telah menjulang di dunia internasional atau sebagai ahli lobi politik saja. Beliau juga seorang pelaku seni dan budaya yang sangat mencintai dunia itu," lanjutnya. Acara itu dihadiri ratusan orang yang memenuhi Pendopo Balaikota Surakarta hingga meluber di halaman. Namun tokoh-tokoh nasional yang diundang tidak satu pun terlihat hadir. Sedangkan pejabat Pemerintahan yang hadir adalah Gubernur Jateng serta Walikota dan para bupati di wilayah Surakarta.
Simak rangkuman beragam peristiwa penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 1.00 WIB, hanya di Trans TV.

(mbr/aba)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
    Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
    Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
62%
Kontra
38%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel