detikcom
Kamis, 24/05/2007 08:02 WIB

Rokok Sehat Buatan Pesantren Bisa Obati Berbagai Penyakit

Budi Hartadi - detikNews
Malang - Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung. Tetapi kalau merokok dengan rokok buatan Pesantren Sehat Perum Kalianyar Permai C1 Sidodadi,Lawang, Malang justru sebaliknya. Rokok sehat ini diyakini bisa menghilangkan beberapa jenis penyakit. Rokok bermerk 'SIN' yang dibuat oleh seorang ahli terapi kesehatan KH Abdul Malik ini justru mempunyai khasiat mengobati berbagai penyakit seperti darah tinggi, jantung, imponten, asma, paru-paru, sinusitas ringan serta menghilangkan kebiasaan memakai narkoba. Selain asapnya yang dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, abu rokok ini juga bisa dimanfaatkan untuk mengobati penyakit eksim. "Rokok ini mulai dibuat sejak 2 Mei 2005," kata salah seorang santri pesantren Sehat M. Diponegoro saat dihubungi detikcom, Kamis (24/5/2007). Rokok yang diproduksi Pabrik Rokok (PR) UD Putra Bintang Timur ini memiliki 4 macam jenis rasa dibuat dari 17 jenis ramuan obat-obatan ini terdiri dari bahan alamiah seperti madu, daun sirih dan daun siwak yang dapat menetralkan kandungan tar dan nikotin. M. Diponegoro atau yang biasa dipanggil mas Dipo mengatakan semua ramuan dicampur dengan tembakau pilihan yang kemudian diolah hingga menghasilkan cita rasa. Setelah itu semua bahan diproses seperti rokok-rokok lainnya. Cuma yang membedakan, rokok ini dijadikan sebagai terapi atau media penyembuhan segala macam penyakit yang dapat menetralisir zat beracun. Setelah rokok diproses, kemudian diuji di laboratorium Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Negeri Malang (UM) serta sebuah perusahaan rokok nasional di Malang. "Setelah di uji coba, kadar nikotin sangat rendah dan mendekati 0 persen," papar dia. Sementara Mudjiono, bagian pemasaran PR UD Putra Bintang Timur, mengatakan rokok yang diproduksi Pesantren Sehat per harinya sekitar 2.000 bungkus. Rokok-rokok ini dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Sumbawa, Bandung dan Madura. (bdh/asy)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel