Kamis, 08/02/2007 04:40 WIB

Awas! Bencana Alam Akibat Pemanasan Global

Nurvita Indarini - detikNews
Jenewa - Angin topan dan badai bakal sering menyapu dengan kekuatan yang cukup besar. Inilah bagian dari bencana alam yang terjadi akibat pemanasan global. Hal itu disampaikan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) pada Rabu (7/2/2007), seperti dilansir dari AFP. Dengan peringatan ini, PBB berharap akan ada langkah-langkah persiapan dari negara-negara di dunia. International Strategy for Disaster Reduction (ISDR) PBB menginformasikan, topan dapat meningkatkan temperatur samudera. Dan disaat bersamaan akan mengurangi curah hujan atau salju, sehingga membuat udara terasa lebih panas. Utamanya kondisi ini akan dirasakan di Afrika. Karena itu, ISDR mengimbau pemerintah negara-negara dunia agar mempercepat implementasi Kerangka Kerja Hyogo 2005. Hal ini penting untuk mengurangi risiko bencana akibat iklim. Kerangka Kerja Hyogo adalah rencana 10 tahun yang disepakati 168 negara di Kobe, Hyogo, Jepang pada 2005. Kegiatan ini utamanya untuk mencegah banjir, kekeringan, dan badai akibat cuaca ekstrem. "Perlu aksi untuk mengurangi risiko akibat iklim. Kerangka Kerja Hyogo menyediakan cetak biru untuk beraksi sekarang," ujar Direktur ISDR Salvano Briceno. Dia lantas menunjuk kebijakan Vietnam, Banglades, dan Karibia. Negara-negara itu memikirkan bagaimana bisa bertahan saat diterpa banjir dan badai tropis, dengan membangun rumah, sekolah, dan rumah sakit, jauh dari daerah yang mudah longsor. Selain itu digunakan pula material yang tahan banjir. Di Banglades, bahkan masyarakatnya telah mengganti ternak ayam dengan bebek. Pertimbangannya, bebek bisa berenang saat banjir melanda. "Kami sangat serius. Dan gunakanlah sesuatu yang bisa mengurangi bencana untuk mencegah skenario terburuk," imbuh Briceno. (nvt/nvt)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
    15 Tahun Reformasi
    Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
    Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
88%
Kontra
12%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel