Selasa, 30/01/2007 15:36 WIB

Mau Tahu Putusan MA Cukup Via SMS Atau Klik Saja

Arry Anggadha - detikNews
Jakarta - Putusan MA sulit diakses. Putusan MA tidak diketahui kapan putusnya. Keluhan itu mungkin akan semakin berkurang. MA memperkenalkan cara yang mudah. Pihak yang berperkara dapat mengetahui keberadaan berkas perkara mereka. Cukup lewat SMS atau dengan satu klik saja. Setiap pihak yang berperkara di MA juga tidak lagi perlu repot repot mendatangi Gedung MA. Baik untuk mencari tahu putusan kasasi atau peninjauan kembali (PK). Untuk SMS, Anda dapat mengetik MAnomor register perkara dan dikirimkan langsung ke nomor 0856-9111-9999. Misalnya anda ingin mengetahui putusan kasasi perkara Tamara Blezsynki, ketik: MA349/K.Ag/2006 dan kirim ke 0856-9111-9999. Maka di layar HP anda akan terpampang amar putusan dari kasasi yang diajukan suami Tamara itu. Selain via SMS, putusan dapat langsung diakses secara online melalui WWW.mahkamahagung.go.id. Setelah masuk ke dalam situs tersebut, maka Anda dapat langsung meng-klik ke sub menu Info Perkara. MA juga menyediakan layanan IVR (Interactive Voice Response). Caranya, silakan langsung menelepon ke (021) 384-9999. Operator akan langsung meminta agar Anda menyebutkan nomor registrasi perkara di MA. Maka operator akan langsung mejawab keberadaan perkara Anda tersebut. Selain itu, MA juga menyediakan layar sentuh yang disediakan di lobi Gedung MA di Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta. 4 Layar sentuh di lobi itu sebenarnya sudah ada sejak 1997 lalu. Namun penggunaannya terkadang masih kurang up to date. "Kini kami usahakan, setelah majelis hakim agung membacakan putusan kasasi atau PK, amar putusannya dapat langsung diakses di touch screen itu. Putusan itu juga dapat langsung diakses melalui SMS, situs MA, dan IVR," kata konsultan teknologi informasi MA, Suyono, usai peluncuran Simari di Gedung MA, Selasa (30/1/2007). Suyono menjelaskan, untuk saat ini teknologi ini baru dapat mengakses perkara-perkara yang berada di 35 pengadilan di beberapa daerah. "Kita masih terus berupaya agar semua pengadilan di Indonesia dapat diakses secara online," jelasnya. Menurutnya, pengembangan teknologi ini pada 2006 menghabiskan anggaran hingga Rp 12,5 miliar. Sedangkan untuk 2007 rencananya akan menghabiskan Rp 5 miliar. Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Nurhadi menambahkan, selain dapat mengakses putusan, situs MA juga dapat mengakses seluruh produk MA seperti Surat Edaran MA (SEMA).

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ana/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%