Selasa, 30/01/2007 01:55 WIB

KA Bengawan Anjlok di Cirebon, Jalur KA Dialihkan via Bandung

Irwan Nugroho - detikNews
Jakarta - Anjloknya kereta api (KA) Bengawan di Stasiun Bangau Dua, Cirebon, Jawa Barat, menyebabkan lalu lintas KA terganggu. Semua kereta dari dan ke Jakarta dialihkan melalui Bandung. "Jalur KA tidak bisa dilewati sama sekali," ujar Kepala Humas KA Daops III (Cirebon) Suhartono menjelaskan kondisi lokasi anjlok KA Bengawan kepada detikcom, Selasa (30/1/2007) pukul 01.30 WIB. Kereta dari arah Jakarta, sebelum mencapai Stasiun Bangau Dua akan dibelokkan ke arah Bandung ketika sampai di Stasiun Cikampek. Sementara itu kereta dari arah timur, di Stasiun Cirebon diharuskan berputar ke Stasiun Kroya. Selanjutnya juga melewati Bandung. Diperkirakan, lalu lintas kembali normal pada Selasa, 30 Januari 2007, siang. Selain karena gerbong yang anjlok belum diangkat, kondisi rel juga mengalami kerusakan. "Rel sudah tidak utuh lagi. Bantalan rel dan baut-bautnya pada lepas," imbuh Suhartono. Sementara itu, para penumpang telah dievakuasi ke Stasiun Cirebon. Dari sana para penumpang akan melanjutkan perjalanan menuju Solo dengan menggunakan KA Bengawan dari Solo. Sementara penumpang KA Bengawan yang baru datang dari Solo akan diangkut menggunakan bus ke Jakarta.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(aba/aba)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%