detikcom

Rabu, 03/01/2007 17:17 WIB

Bisa Jadi Pesawat AdamAir Meledak di Udara

Fitraya Ramadhanny - detikNews
Jakarta - Keberadaan pesawat AdamAir masih misterius. Setelah dua hari, bangkai pesawat belum ditemukan. Misteri ini masih ditambah dengan sinyal emergency locator transmitter (ELT) atau Elba dari pesawat di dua titik berbeda. Jika satu pesawat mengeluarkan dua sinyal benturan sekaligus, ada kemungkinan AdamAir meledak di udara. "Meledak itu analisa yang sangat berani. Harus dianalisa lagi oleh pakar penerbangan," ujar pengamat IT serba bisa Roy Suryo saat dihubungi detikcom, Rabu (3/1/2007). Menurut dia, masukan ini bukan untuk membuat panik, namun tim SAR harus mencari dengan segala kemungkinan yang ada. Roy menjelaskan ada dua ELT di setiap pesawat. Portable ELT terletak di kokpit menggunakan frekuensi 121,5 Mhz. ELT ini hanya berfungsi jika pesawat jatuh di air. Fixed ELT terletak di ekor pesawat dengan frekuensi 460 Mhz. ELT ini hanya hidup jika terjadi benturan 5G (gravitasi) atau sangat keras seperti di darat. Pesawat yang jatuh di darat akan menghidupkan Fixed ELT. Sedangkan pesawat yang jatuh di laut akan menghidupkan Portable ELT. "Kalau sampai dua titik termonitor pasti ada sesuatu, karena ini aneh logikanya, jatuh di darat tapi jatuh juga di laut," tutur Roy. Frekuensi yang berbeda menyebabkan Singapura dan Lanud menangkap ELT yang berbeda. Hasilnya ada dua titik yang muncul yaitu di perairan Majene dan daratan di Rantepao, Tanatoraja. "Kalau tidak masuk ke laut, mungkin terjadi sesuatu di udara yang menyebabkan ada ELT yang terlempar ke daratan," lanjutnya. Oleh karena itu, dia menyarankan agar tim SAR juga memperhatikan puing-puing kecil selain mencari badan pesawat. Namun mereka harus bergerak cepat. Berdasarkan perhitungan, baterai ELT sudah habis pada Rabu (3/1/2007) pukul 15.07 Wita, karena sudah menyala 48 jam sejak terakhir pesawat melakukan check point dengan Makassar. "Kalau sampai sore ini tidak ditemukan, terpaksa tinggal menggunakan pengamatan visual," pungkasnya.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fay/asy)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%