detikcom
Sabtu, 16/12/2006 10:11 WIB

9 Narasumber & Panitia Diskusi Marxisme Dibebaskan

Erna Mardiana - detikNews
Bandung - Setelah diperiksa selama 1 x 24 jam di Polwiltabes Bandung, 9 orang yang diduga terlibat dalam diskusi bertajuk Marxisme di Toko Buku Ultimus dibebaskan. Mereka dibebaskan pukul 22.00 WIB, Jumat (15/12/2006). Hal ini disampaikan kuasa hukum 9 orang itu dari LBH Bandung Arif Yogiawan ketika dihubungi detikcom, Sabtu (16/12/2006). "Status mereka kan masih saksi. Belum ada yang jadi tersangka maka sesuai aturan polisi tidak punya kewenangan untuk menahan lebih dari 1 x 24 jam," ujarnya. Proses pembebasan kliennya ini langsung diserahkan kepada orang tua mereka dan didampingi kuasa hukum. "Untuk proses selanjutnya, kami masih menunggu bagaimana polisi mengembangkan kasus ini," tambahnya. Selain itu, pihaknya juga telah mengupayakan pembukaan garis polisi di toko buku yang terletak di Jalan Lengkong Besar ini. Hal ini disebabkan masih banyaknya barang pribadi 9 orang itu yang berada di dalam toko buku. "Jika sampai nanti sore belum dibuka, kami akan membuat surat permohonan minimal barang-barang pribadi bisa dikeluarkan," imbuhnya. Pihaknya juga akan mempertanyakan status barang mereka yang disita. "Apakah menjadi barang bukti atau tidak. Ada soundsistem, buku dan instalasi seni," tandasnya. Yogi juga telah mengkaji kemungkinan dilakukannya praperadilan atas prosedur pembubaran diskusi dan penahanan kliennya. "Kita masih teliti apakah ada keganjilan dari proses pembubaran hingga penahanan, lalu apakah langkah polisi ini efektif atau tidak," lanjutnya. (ern/wiq)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
MustRead close