detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 14:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 12/11/2006 17:45 WIB

Aditjondro Gugat Kedubes Thailand

Nograhany Widhi K - detikNews
Jakarta - Tak terima dirinya dicekal oleh Imigrasi Thailand berdasarkan surat bertanggal 1 Maret 1998, George Aditjondro pun siap menggugat Kedubes Thailand di Indonesia. Selain itu, dirinya melalui Kontras, Senin (13/11/06) besok, dia akan mengirimkan surat kepada Departemen Luar Negeri RI, mempertanyakan tentang pencekalan dirinya dan mempermasalahkan respons KBRI. Tembusannya akan dikirimkan ke Departemen Hukum dan HAM bagian Imigrasi. Hal ini diungkapkan George pada jumpa pers di Kontras, Jalan Borobudur 14, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/11/2006). George Aditjondro dikenal sebagai peneliti kekayaan Soeharto yang tersimpan di luar negeri. Drinya sempat 'lari' ke Australia pada tahun 1995-2002 dan dicekal oleh rezim Soeharto pada Maret 1998. Namun sejak Soeharto jatuh, pencekalan otomatis tidak berlaku. Ini pertama kalinya George kena cekal sejak tahun 1998. George menduga ini berhubungan dengan keadaan politik di Thailand yang baru dikudeta oleh militer. Selain itu Thaland yang mulai mendekatkan diri ke Amerika, menurut dugaan George, mulai menghidupkan watch list yang mengganggu kepentinngan negara adidaya tersebut. Selain itu juga muncul adanya dugaan represi lintas negara di wilayah ASEAN. George juga pernah mengajar di Australia tentang gerakan pembebasan di ASEAN, seperti GAM, RMS, termasuk di wilayah Pattani, Thailand Selatan.

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nwk/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%