detikcom
Senin, 06/11/2006 16:10 WIB

Thaksin Siap Diadili

Rita Uli Hutapea - detikNews
Bangkok - Mantan Perdana Menteri (PM) Thailand Thaksin Shinawatra siap diadili dan membela diri terhadap setiap tuduhan kriminal yang diajukan padanya. Demikian ditegaskan pengacara Thaksin, Noppadol Pattama di Bangkok, Thailand. Dikatakan Noppadol, Thaksin baru akan mempertimbangkan kembali ke Thailand setelah situasi kembali normal. "Thaksin berhak membela dirinya di pengadilan. Dia sudah siap untuk itu, meskipun belum ada tuduhan langsung yang diajukan padanya. Ini baru sebatas dugaan-dugaan," kata Noppadol kepada kantor berita AFP, Senin (6/11/2006). Lawatan Thaksin ke Beijing, Cina pekan lalu menimbulkan rumor bahwa saat ini negosiasi sedang berlangsung untuk memastikan kepulangannya ke Thailand. Namun hal ini dibantah Noppadol. "Saat ini dia belum punya rencana atau bahkan mendekati siapa pun untuk kembali ke Thailand. Dia akan mempertimbangkan untuk pulang ketika situasi sudah kembali normal," tandas Noppadol. Thaksin digulingkan dari kekuasaannya dalam kudeta militer pada 19 September lalu. Saat itu, milyuner tersebut tengah berada di New York, AS untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB. Buntut kudeta itu, Thaksin tidak pulang ke Thailand melainkan langsung terbang ke London dan tinggal di apartemennya bersama seorang putrinya yang kuliah di sana. (ita/sss)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
    50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
    Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
    Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra Index »

Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel