detikcom
Selasa, 10/10/2006 18:46 WIB

Buntut Lomba Kartun Nabi, Menlu Panggil Dubes Denmark

Erna Mardiana - detikNews
Jakarta - Lomba gambar kartun nabi yang disiarkan salah satu televisi Denmark ternyata berbuntut. Kini, akibat tindakan kelompok anak muda di Denmark itu, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda memanggil Duta Besar Denmark untuk Indonesia Niels Erik Andersen. "Memanggil dubes Denmark dan menyampaikan sikap pemerintah Indonesia merupakan salah satu bentuk kecaman," kata juru bicara departemen Luar Negeri Desra Percaya kepada detikcom dan radio Trijaya melalui sambungan telepon, Selasa (10/10/2006). Indonesia mengecam keras tindakan yang jelas-jelas melecehkan simbol agama dan mengarah kepada islamphobia. Menurutnya, semua tindakan yang mengarah kepada pelecehan agama apa pun tidak dapat diterima. "Indonesia sebagai negara demokrasi sangat mengerti kebebasan berpendapat. Namun hal itu tidak bisa disalahgunakan dan dibenarkan untuk melecehkan agama tertentu," tambahnya. Desra mengaku menyesal akan kejadian ini yang telah dua kali menjadi perdebatan di media massa. "Yang kami sesalkan kejadian ini telah dua kali terjadi," katanya. Ketika ditanya apakah pemerintah Indonesia akan menarik duta besarnya dari Denmark sebagai bentuk kecaman, Desra menyatakan itu tidak perlu dilakukan. "Memanggil dubes Denmark sudah merupakan kecaman," tandasnya. Sebelumnya, stasiun televisi Denmark menyiarkan rekaman video amatir yang memperlihatkan beberapa anggota muda partai anti-imigran Rakyat Denmark (DPP) terlibat dalam lomba menggambar kartun yang menghina Nabi Muhammad. Berita penayangan lomba ini dilaporkan oleh harian lokal, Nyhedsavisen pada Jumat 6 Oktober.
(wiq/wiq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%