detikcom

Jumat, 22/09/2006 13:26 WIB

detikcom Polling

Nobel Bukan untuk Presiden SBY

Shinta Shinaga - detikNews
Jakarta - Bursa taruhan menjagokan Presiden SBY sebagai calon kuat penerima Nobel perdamaian, menyingkirkan 190 saingan. Namun dalam detikcom Polling, Nobel bukan untuk Presiden SBY. Hasil polling hingga Jumat (22/9/2006) pukul 13.15 WIB, sebanyak 2.605 suara telah masuk. Dari total responden, sebanyak 1.390 suara (53,36%) menyatakan SBY tidak pantas menerima Nobel. Sedangkan 1.215 responden (46,64%) berpendapat pantas. Selisihnya cukup tipis, yakni 6,72 persen. Polling dibuka pada 14 September 2006 pukul 12:12:27 WIB. Pertanyaan yang muncul adalah: Presiden SBY menjadi nominator Nobel 2006. Jasanya: mendamaikan konflik Aceh. Saingannya: mantan Menlu AS Colin Powell hingga vokalis ngetop U2, Bono. Pantaskah SBY dapat nobel?. Ada dua jawaban yang bisa dipilih yakni "pantas" dan "tidak pantas". Adalah anggota senior Komite Hubungan Internasional Kongres AS Robert Wexler yang merekomendasikan SBY sebagai penerima penghargaan Nobel bidang perdamaian. SBY yang diduetkan dengan mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari dinilai membuat terobosan dengan ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM pada 15 Agustus 2005 yang telah berkonflik selama hampir 30 tahun. Siapa yang bakal menjadi peraih Nobel akan diumumkan pada 13 Oktober 2006 di Oslo, Norwegia. Sebenarnya Indonesia pernah menelurkan dua putra bangsa meraih Nobel perdamaian pada 1996. Keduanya adalah Carlos Filipe Ximenes Belo alias Uskup Belo dan Jose Ramos Horta dalam usaha menuju penyelesaian yang adil dan damai atas konflik di Timor Timur. Namun kini keduanya sudah menjadi warga Timor Leste. Apakah SBY sebagai putra bangsa akan meraih Nobel 2006? Hasil detikcom Polling menunjukkan SBY tidak pantas meraihnya, meski selisih tipis dengan yang menyatakan pantas. Namun polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikcom Polling. Jadi, tunggu saja pengumumannya pada 13 Oktober 2006. Siapa tahu...

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(sss/asy)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%