detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 14:24 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 22/09/2006 13:26 WIB

detikcom Polling

Nobel Bukan untuk Presiden SBY

Shinta Shinaga - detikNews
Jakarta - Bursa taruhan menjagokan Presiden SBY sebagai calon kuat penerima Nobel perdamaian, menyingkirkan 190 saingan. Namun dalam detikcom Polling, Nobel bukan untuk Presiden SBY. Hasil polling hingga Jumat (22/9/2006) pukul 13.15 WIB, sebanyak 2.605 suara telah masuk. Dari total responden, sebanyak 1.390 suara (53,36%) menyatakan SBY tidak pantas menerima Nobel. Sedangkan 1.215 responden (46,64%) berpendapat pantas. Selisihnya cukup tipis, yakni 6,72 persen. Polling dibuka pada 14 September 2006 pukul 12:12:27 WIB. Pertanyaan yang muncul adalah: Presiden SBY menjadi nominator Nobel 2006. Jasanya: mendamaikan konflik Aceh. Saingannya: mantan Menlu AS Colin Powell hingga vokalis ngetop U2, Bono. Pantaskah SBY dapat nobel?. Ada dua jawaban yang bisa dipilih yakni "pantas" dan "tidak pantas". Adalah anggota senior Komite Hubungan Internasional Kongres AS Robert Wexler yang merekomendasikan SBY sebagai penerima penghargaan Nobel bidang perdamaian. SBY yang diduetkan dengan mantan Presiden Finlandia Martti Ahtisaari dinilai membuat terobosan dengan ditandatanganinya perjanjian damai antara RI dengan GAM pada 15 Agustus 2005 yang telah berkonflik selama hampir 30 tahun. Siapa yang bakal menjadi peraih Nobel akan diumumkan pada 13 Oktober 2006 di Oslo, Norwegia. Sebenarnya Indonesia pernah menelurkan dua putra bangsa meraih Nobel perdamaian pada 1996. Keduanya adalah Carlos Filipe Ximenes Belo alias Uskup Belo dan Jose Ramos Horta dalam usaha menuju penyelesaian yang adil dan damai atas konflik di Timor Timur. Namun kini keduanya sudah menjadi warga Timor Leste. Apakah SBY sebagai putra bangsa akan meraih Nobel 2006? Hasil detikcom Polling menunjukkan SBY tidak pantas meraihnya, meski selisih tipis dengan yang menyatakan pantas. Namun polling ini tidak bersifat ilmiah dan hanya mencerminkan opini para pembaca detikcom yang berpartisipasi dalam detikcom Polling. Jadi, tunggu saja pengumumannya pada 13 Oktober 2006. Siapa tahu...

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(sss/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%