detikcom
Minggu, 13/08/2006 14:05 WIB

MMI: Surat Paus Soal Tibo Cs Bentuk Intervensi

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Paus Benendictus XVI dikabarkan menyurati pemerintah Indonesia untuk menunda eksekusi mati Tibo Cs. Alhasil, surat Paus itu dinilai sebagai intervensi. "Itu intervensi sangat menyakitkan. Padahal keputusan eksekusi mati sudah keluar dari proses hukum yang terbukti di pengadilan tinggkat paling rendah hingga MA. Bahkan Peninjauan kembali (PK) berkali-kali ditolak," ujar Ketua Departemen Data dan Informasi MMI Fauzan Al Anshari . Fauzan mengatakan hal itu di usai bedah buku, "Siapa Teroris, Siapa Khawarij," di Masjil Al Furqon kompleks Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jalan Kramat Raya, Jakarta, Minggu (13/8/2006). Dalam pandangan Fauzan, eksekusi Tibo Cs berungkali ditunda karena ada intervensi dari tahta suci Vatikan. Padahal vatikan luasnya hanya 75 hektar, tapi bisa mempengaruhi seorang pemimpin negara muslim terbesar di dunia yang luasnya 2 juta kilometer persegi. "Mau dikemanakan muka anda. Itu pelecehan politik dan hukum yang memalukan," tegasnya. Dia juga mengatakan, pihak sudah tidak percaya lagi kepada pemerintah karena pemerintah tidak serius melakukan penegakkan hukum. "Kami sebenarnya sudah tidak pecaya dengan pemerintah karena mencla-mencle. Ini negara hukum tapi tidak mengedepankan persamaan di depan hukum. Saya akan melakukan nota protes kepada pemerintah. Nota ini adalah pelawanan resmi secara tertulis, ya kalau pajabat negara seperti perlawanan diplomatik," tutur Fauzan Al Anshari.

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(san/)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%