detikcom
Selasa, 18/04/2006 16:57 WIB

Amien Rais:

PKI Muncul Lagi Bisa Dimengerti

Ken Yunita - detikNews
Jakarta - Munculnya atribut dan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) merupakan hal yang wajar. Kemunculan itu bisa dimengerti karena Mahkamah Konstitusi (MK) telah menyatakan eks PKI mempunyai hak pilih pada Pemilu 2009. Demikian disampaikan mantan Ketua MPR Amien Rais usai diskusi bertajuk "Cengkeraman Singapura Menguasai Aset-aset Negara" di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (18/4/2006). "Jadi sekarang kalau mereka mulai muncul dengan atribut-atribut seperti lambang ataupun bendera palu arit itu bisa dimengerti, karena keputusan MK yang merupakan keputusan tertinggi di negara Indonesia sudah membolehkan atau memberi hak pilih dan dipilih," jelas Amien. Sebelumnya Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Anton Bachrul Alam, pukul 15.00 WIB tadi mengatakan, Kepolisian RI menurunkan tim untuk menyelidiki beredarnya atribut bergambar palu arit di Bogor. Tim dari intelijen ini akan mengusut pelaku dan motif beredarnya atribut tersebut. Pamflet dan atribut bergambar palu arit beredar di wilayah Bogor pada Senin 17 April. Simbol yang pernah digunakan PKI dilukis dengan menggunakan cat semprot. Sedikitnya ada lima lambang itu di badan jalan, tepat di depan Istana Bogor. Sekadar diketahui, MK pada 24 Februari 2004 mengabulkan permohonan pengujian Pasal 60g UU No 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum. Dalam putusannya, majelis hakim MK menyatakan Pasal 60g bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM) yang diatur dalam UUD 1945, karena itu menyatakan pasal itu tidak memiliki kekuatan hukum mengikat sejak dibacakan. Pasal 60g berbunyi, "Calon anggota DPR, DPD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota harus memenuhi syarat: [g] bukan bekas anggota organisasi terlarang Partai Komunis Indonesia, termasuk organisasi massa, atau bukan orang yang terlibat langsung atau tak langsung G30S PKI atau organisasi terlarang lainnya.
Disiksa dan Tidak Digaji Selam 15 Bulan, 2 PRT di Medan Kabur Dari Rumah Majikannya. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV

(iy/)





Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
    Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
    Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
  • Rp .000
  • Rp .000